Selasa, 23/10/2007 16:21 WIB
Jadi Produk Unggulan
Barbie Sumatera Diluncurkan
Arin Widiyanti - detikFinance
Barbie Sumatera (Amazon.com)
Jakarta -
Penggemar boneka Barbie sebaiknya jangan lewatkan pameran 'Trade Expo Indonesia 2007'. Produsen Barbie, Mattel meluncurkan boneka Barbie yang memiliki ciri khas Indonesia, yakni boneka Barbie dengan menggunakan busana adat dari Pulau Sumatera.
Boneka Barbie baru ini untuk pertama kali diperlihatkan di khalayak ramai dalam ajang pameran produk ekspor yang digelar di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/10/2007).
Manajemen Mattel mengatakan, penggunaan nama Sumatera untuk mempromosikan pulau tersebut kepada dunia internasional. Selama ini, Indonesia hanya dikenal internasional melalui Bali dan batik saja. Padahal di Sumatera cukup banyak keunikannya.
Selain Mattel, perusahaan Indonesia yang mempunyai merek terkenal sampai di luar negeri juga ikut bagian. Seperti produsen motor Kanzen, produsen keramik Essenza, dan produsen kain interior Ateja. Produk dari 4 merek ini menjadi unggulan Indonesia.
"Mattel di Indonesia 60 persen memproduksi Barbie yang ada di dunia. Sedangkan Kanzen merupakan motor dengan merek dan produksinya pun di dalam negeri, kalau Essenza mereknya sudah terkenal di mancanegara. Merek itu sebenarnya merek lokal sementara Ateja sudah terknal," ujar Mendag Mari Pangestu dalam jumpa pers di JIE.
4 perusahan ini terpilih menjadi unggulan karena memenuhi persyaratan
original equipment manfacturing (OEM). Kandungan lokal dalam setiap produk mencapai 70 persen. Tahun lalu yang jadi unggulan adalah produsen keramik Royal Doulton dan Adidas.
"Jadi produk unggulan ini diluncurkan pada pameran ini karena mereka mempunyai merek terkenal di dalam negeri maupun mancanegara dengan kredibilitas yang tinggi. Kita memiliki desain dan inovasi," ujarnya.
Direktur PT Ateja Agus S Tjandra mengatakan merek Ateja di negara Sri Lanka sudah melekat di masyarakat.
"Kalau orang mau beli kain interior ya pasti Ateja. Kita tidak pernah mencontek, kita berusaha membuat sendiri, tapi anehnya malah produk kita yang dicontek di Cina," ujarnya.
Direktur Essenze Budi Djunaedy mengatakan, selama ini masyarakat mengira keramik Essenze itu adalah produk dari Italia, padahal Essenze merupakan produk lokal.
"Tapi memang sebagian besar dieskpor ke Italia," ujarnya.
(ddn/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).