Berita Lain

Indeks Berita



Selasa, 22/01/2008 09:58 WIB
Pasar Saham Gawat Darurat
Irna Gustia - detikFinance

Jakarta - Pasar saham dalam negeri semakin darurat terseret buruknya pasar finansial global. Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin dalam.

Dalam dua hari terakhir, IHSG harus kehilangan hingga 100 poin lebih per hari karena pelaku pasar melepas saham-saham unggulan yang dipegangnya untuk mencari aman.

Pada perdagangan saham pukul 09.47 JATS, Selasa (22/1/2008), IHSG anjlok hingga 147,021 poin (5,91%) ke posisi 2.338,858.

Aksi jual mendominasi di perdagangan awal hari ini yang baru mencatat transaksi sebanyak Rp 916,5 miliar. Hanya 1 saham yang naik harga, sisanya 156 saham turun dan 11 saham stagnan.

IHSG mengikuti bursa regional yang anjlok karena tertular bursa Eropa. Bursa saham di London, Paris, Frankfurt dan Madrid pada perdagangan Senin (21/1/2008) mencatat penurunan terbesar selama sehari sejak peristiwa serangan terorisme 9/11 tahun 2001 silam.

Indeks FTSE London anjlok 5,48%, CAC Paris merosot 6,83%, DAX Frankfurt merosot 7,16%, Madrid tumbang 7,54%. Demikian bursa-bursa di Amerika Latin yang ikut terperosok hingga level terendahnya. "Kebanyakan yang melakukan penjualan ini adalah mereka yang melakukan transaksi margin (membeli saham dengan dana pinjaman dari sekuritas), kalau tidak segera keluar mereka akan mengalami kerugian lebih besar dan utang lebih banyak," kata Alfatih, analis dari BNI Securities dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (22/1/2008).

Kecemasan pasar akan resesi ekonomi AS menjadi alasan utama investor cabut dari lantai bursa. Meskipun ketergantungan ekonomi Indonesia tidak begitu besar terhadap AS dibanding dengan Jepang dan China, namun Alfatih melihat itu ada kaitannya.

"Karena kalau Jepang dan China ikut turun kita juga yang kena imbasnya," katanya.

Alfatih menilai, dalam kondisi pasar yang sedang darurat saat ini, sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk melakukan pembelian. "Itu kalau secara fundamental harusnya seperti itu, tapi yang terjadi dana investor terbetas, jadi penurunan yang makin dalam ini tidak ada yang menampung," ujarnya.

Alfatih menilai, kebanyakan investor yang panik bukan investor fundamental tapi investor yang melakukan trading harian.

"Jadi kondisi ini bisa dibilang panik kalau kita melihat dari sudut pandangnya apa," katanya.

Batas support (bawah) IHSG diprediksi di level 2.290. Namun jika pasar Eropa siang nanti rebound, penurunan IHSG bisa tertahan.
(ir/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (5 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).