Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Selasa, 22/01/2008 09:58 WIB
Pasar Saham Gawat Darurat
Irna Gustia - detikFinance
Dalam dua hari terakhir, IHSG harus kehilangan hingga 100 poin lebih per hari karena pelaku pasar melepas saham-saham unggulan yang dipegangnya untuk mencari aman.
Pada perdagangan saham pukul 09.47 JATS, Selasa (22/1/2008), IHSG anjlok hingga 147,021 poin (5,91%) ke posisi 2.338,858.
Aksi jual mendominasi di perdagangan awal hari ini yang baru mencatat transaksi sebanyak Rp 916,5 miliar. Hanya 1 saham yang naik harga, sisanya 156 saham turun dan 11 saham stagnan.
IHSG mengikuti bursa regional yang anjlok karena tertular bursa Eropa. Bursa saham di London, Paris, Frankfurt dan Madrid pada perdagangan Senin (21/1/2008) mencatat penurunan terbesar selama sehari sejak peristiwa serangan terorisme 9/11 tahun 2001 silam.
Indeks FTSE London anjlok 5,48%, CAC Paris merosot 6,83%, DAX Frankfurt merosot 7,16%, Madrid tumbang 7,54%. Demikian bursa-bursa di Amerika Latin yang ikut terperosok hingga level terendahnya. "Kebanyakan yang melakukan penjualan ini adalah mereka yang melakukan transaksi margin (membeli saham dengan dana pinjaman dari sekuritas), kalau tidak segera keluar mereka akan mengalami kerugian lebih besar dan utang lebih banyak," kata Alfatih, analis dari BNI Securities dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (22/1/2008).
Kecemasan pasar akan resesi ekonomi AS menjadi alasan utama investor cabut dari lantai bursa. Meskipun ketergantungan ekonomi Indonesia tidak begitu besar terhadap AS dibanding dengan Jepang dan China, namun Alfatih melihat itu ada kaitannya.
"Karena kalau Jepang dan China ikut turun kita juga yang kena imbasnya," katanya.
Alfatih menilai, dalam kondisi pasar yang sedang darurat saat ini, sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk melakukan pembelian. "Itu kalau secara fundamental harusnya seperti itu, tapi yang terjadi dana investor terbetas, jadi penurunan yang makin dalam ini tidak ada yang menampung," ujarnya.
Alfatih menilai, kebanyakan investor yang panik bukan investor fundamental tapi investor yang melakukan trading harian.
"Jadi kondisi ini bisa dibilang panik kalau kita melihat dari sudut pandangnya apa," katanya.
Batas support (bawah) IHSG diprediksi di level 2.290. Namun jika pasar Eropa siang nanti rebound, penurunan IHSG bisa tertahan.
(ir/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- Pasar Saham Panik Lagi, Bursa Eropa Terburuk Sejak 9/11
- IHSG Terpuruk di Bawah 2.500
- Bursa Regional Berguguran Lagi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



