Berita Lain

Indeks Berita



Selasa, 06/05/2008 13:02 WIB
SBY Ketuk Negara Kaya untuk Peduli Krisis
Luhur Hertanto - detikFinance


Jakarta - Di saat banyak negara di dunia tertekan krisis energi dan pangan, ternyata ada banyak negara yang justru menangguk keuntungan berlipat dari meroketnya harga komoditas ini.
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mendesak perlunya langkah konkret internasional untuk segera tanggulangi dampak krisis pangan dan energi. Terutama aksi solidaritas negara penerima wind fall profit komoditas BBM.

Seruan di atas ia sampaikan dalam pidatonya membuka Musrembangnas 2008 di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).

"Maka kalau negara yang mendapat keuntungan itu tidak terketuk hatinya dan bersama-sama menyelesaikan masalah, saya katakan itu sikap yang tidak bermoral!" tegas SBY.

SBY mengingatkan, saat ini banyak negara yang mendapat kesulitan anggaran dan rakyatnya semakin menderita karena krisis ini. Tapi disisi lain banyak negara yang menikmati keuntungan dari kenaikan harga.

"Inilah sisi buruk perdangangan bebas dan globalisasi yag tidak kita sukai," keluhnya.

(lh/ir)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (8 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).