Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Jumat, 06/06/2008 17:51 WIB
Bappenas Usulkan Harga BBM Sesuai Internasional
Wahyu Daniel - detikFinance

Spanduk Hemat BBM (lih)
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (6/6/2008).
"BBM naik gradual, kita ambil sikap ke arah harga keekonomian secara bertahap. Dampak inflasinya bisa zero kalau dekati secara gradual," katanya.
Dengan menerapkan harga BBM sesuai harga keekonomian, Syahrial mengatakan APBN akan semakin terjamin keberlangsungannya.
"Zaman dulu harga minyak tidak pernah setinggi sekarang, kalau komponen subsidi di APBN disiapkan dalam batas yang relatif minimal bisa untuk yang lain-lain. Kalau sebagian besar untuk bayar utang dan subsidi artinya tren tidak sehat," katanya.
Dikatakannya, selama ini APBN terus defisit karena memang digunakan untuk membayar utang-utang pemerintah 30-40 tahun yang lalu yang jatuh temponya saat ini.
"Kalau sekarang kita katakan cuma bayar segitu, nanti negara-negara kreditur marah-marah, GDP naik pasti ada isolasi dari masyarakat global. Kok tidak miskin malah ngemplang," jelasnya.
Syahrial mengatakan jika pemerintah dinyatakan default (gagal bayar) oleh negara kreditur karena tidak bisa membayar utangnya, maka akan ada konsekuensi yang harus ditanggung.
"Pada saat itu kita tidak ada kesempatan untuk minta apapun dari negara donor, rating kita turun peringkat dan itu berkorelasi dengan confident-nya investor," ujarnya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (25 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



