Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 19/06/2008 19:45 WIB
25 Kontraktor Migas Belum Penuhi Target Produksi
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Tambang MInyak (ist)
Sembilan diantaranya mendapat kartu kuning karena baru bisa mencapai 95% target produksi, sementara 14 lainnya mendapat kartu merah karena pencapaian produksinya masih dibawah 95%.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, ada beberapa kendala yang menghambat pencapaian produksi KKKS.
Diantaranya adalah keterbatasan rig dan fasilitas produksi, pembebasan lahan, sampai prediksi seismik yang meleset.
"Kebanyakan masalah yang menghambat adalah masalah operasional. Memang ada yang memperkirakan kalau masalah ini terus berlanjut, bisa-bisa target produksinya tidak tercapai. Makanya kita disini untuk memecahkan masalah itu," kata Purnomo.
Ia menyatakannya dalam jumpa pers usai evaluasi produksi migas KKKS di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (19/6/2008).
Sementara menurut Kepala BP Migas R Priyono, jika memang kesulitan mendapatkan sewa rig (menara bor), ia menyarankan KKKS untuk membeli saja.
"Mungkin kalau membeli bisa lebih besar kemungkinannya. Lagipula dampaknya lebih jangka panjang," katanya.
Secara total ada 37 perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia. Di luar 25 KKKS yang belum mencapai target produksi, produksi 12 KKKS lainnya bisa menutupi kekurangan produksi.
Ini terlihat dari produksi minyak mentah dan kondensat nasional hingga 15 Juni 2008 mencapai 978 ribu barel per hari. Tipis di atas target APBNP 2008 yang sebesar 977 ribu barel per hari.
Namun Purnomo tidak menjelaskan sangsi apa yang akan dikenakan pada KKKS yang gagal mencapai target produksi. "Kita kan harus lihat alasannya juga," katanya.
(lih/ddn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Shell Tutup Fasilitas di Nigeria, Harga Minyak Melambung Lagi
- Penerimaan Minyak Berpotensi Dikorupsi Rp 228,096 Triliun
- Bahas Lonjakan Minyak
Venezuela Tolak Undangan Saudi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



