Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas -
Sabtu, 20/03/2010 11:17 WIB
RI Belum Butuh Modal Asing Untuk Bangun Menara Telekomunikasi
Indeks Berita
Selasa, 08/07/2008 16:59 WIB
Vlociti Siapkan US$ 5,2 M Untuk Bangun PLTP di Lapindo
Arfi Bambani Amri - detikFinance

Lumpur Lapindo (Ugik)
Untuk menunjukkan keseriusannya, CEO Vlociti DR Taswin Tarib memberikan presentasinya di depan staf khusus Sekretariat Wapres, di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (8/7/2008).
Berdasarkan pencarian detikFinance, Vlociti Holdings Inc merupakan sebuah lembaga bermisi sosial untuk membantu anak-anak, keluarga dan lingkungan di negara berkembang seperti Vietnam, dan Indonesia melalui sejumlah program seperti pendidikan, teknologi dan kesehatan.
Taswin yang berbaju necis itu mengaku telah bernegosiasi dengan pemilik teknologi geothermal untuk melaksanakan proyek yang rencananya akan menghasilkan 2.000 MW.
"Kami tidak meminta satu garansi dari PLN atau suplemen garansi dari pemerintah untuk proyek ini. Jadi saya sudah ada kesepakatan dengan pemilik teknologi bahwa grup saya nanti yang akan membiayai," kata Taswin yang mengaku bisa berbahasa Inggris, Jerman, Indonesia dan dialek lokal itu.
Taswin yang merupakan kelahiran Sumatera Barat, 57 tahu silam ini mengungkapkan, Vlociti telah menyiapkan dana US$ 5,2 miliar untuk proyek yang diharapkan bisa selesai dalam 36 bulan itu.
Pemilik teknologi pembangkit geothermal ini adalah Sirex PHS yang berlokasi di Preston, AS dan Turbo Jack yang berpusat di Berlin, Jerman. Untuk dalam negeri, proyek ini rencananya akan diwakili oleh PT Jatayu Sarana Investasi.
Bagaimana PLTP dari lumpur Lapindo ini, secara sederhana, seorang mantan kepala unit PLN PJB I Harijono Hirdjosumaryo yang menyertai Taswin memberikan penjelasannya.
"Kita memasukkan air ke panas bumi, air menjadi uap. Uap naik ke atas sehingga menjalankan turbin," jelas Harijono.
Standardnya, kata dia, tanah digali sedalam 10 mill kebawah tanah untuk mengambil panas alami bumi dengan diameter lubang 12 kaki. Kemudian dinding dilapisi dengan lapisan tahan panas. Namun pada kasus lumpur Lapindo, penggalian mungkin tidak sepanas itu.
Taswin yang dalam CV-nya mengaku sebagai Doktor bidang filsafat manajemen ini menjelaskan, pada 15 Agustus, Vlociti dan pemilik teknologi pembangkit akan ke Jakarta membahas kerjasama lebih lanjut dan teknis pembangunannya. Tapi tentunya setelah ada persetuuan pemerintah.
(qom/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (13 Komentar)
Baca juga :
- Pemerintah Baru Kena 80%
Ganti Rugi Korban Lapindo Dicicil - Ganti Rugi Dibayar Pemerintah
Menkeu: Lapindo Tak Lepas Tangan - Hampir Semua Pabrik di Kawasan Lumpur Lapindo Relokasi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



