Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan -
Jumat, 19/03/2010 14:45 WIB
Menhut Ajukan Rp 3 Triliun di APBN-P 2010 Untuk Rehabilitasi Hutan -
Jumat, 19/03/2010 14:23 WIB
Menhut: Kasus Nestle dan Unilever Konsekuensi Global -
Jumat, 19/03/2010 14:04 WIB
Pemerintah Incar Pertumbuhan Ekonomi 6,3% di 2011 -
Jumat, 19/03/2010 13:59 WIB
Menteri ESDM Kritik Pelanggan Listrik Kaya yang Manja
Indeks Berita
Kamis, 10/07/2008 09:59 WIB
Apindo: BBN untuk Industri Jangan Pakai Bahan Makanan
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: Istimewa)
Apindo berharap penggunaan BBN untuk industri diutamakan dari jarak pagar atau ethanol (ampas tebu) ketimbang sawit mentah CPO atau jagung.
"Kalau menggunakan CPO itu akan mengganggu ketahanan pangan, ini malah akan menimbulkan masalah lain," kata Ketua Dewan Pengurus Nasional Apindo Djimanto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (10/7/2008).
Djimanto khawatir jika menggunakan CPO, maka kebutuhan untuk pangan seperti minyak goreng dan turunnya jadi ikut terganggu pasokan, dan ujung-ujungnya akan menaikkan harga.
"Ini tidak boleh terjadi, kebutuhan CPO untuk pangan tetap harus diutamakan," ingatnya.
Penggunaan bahan bakar nabati di Indonesia masih rendah. Namun seiring tingginya harga bahan bakar industri yang mengikuti harga minyak internasional, menurut Djimanto ke depan BBN akan menjadi alternatif yang penting.
Selain masalah harga yang harus lebih rendah dari BBM industri, Djimanto juga berharap pasokan BBN untuk industri bisa terus berkelanjutan.
(ir/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Wajib Pakai BBN 2,5%, Pengusaha Minta Jaminan Pasokan
- Industri Wajib Pakai BBN
- Luas Lahan BBN di RI Capai 1 Juta Hektar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




