Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Kamis, 21/08/2008 06:52 WIB
Wall Street Tertolong HP
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: AFP
Ditengah perdagangan yang sangat beriak, indeks saham di AS pada perdagangan Rabu (20/8/2008) ditutup naik tipis. Dow Jones naik 68,88 poin (0,61%) ke level 11.417,43, Nasdaq naik 4,72 poin (0,20%) ke level 2.389,08 dan S&P naik 7,85 poin (0,62%) ke level 1.274,54.
Saham-saham bergerak naik turun setelah harga minyak kembali merayap naik. Pada perdagangan kemarin, kontrak utama minyak jenis light pengiriman September ditutup naik 1,11 dolar ke level US$ 114,98 per barel. Minyak jenis Brent naik 45 sen ke level US$ 114,36 per barel.
Satu-satunya sentimen positif yang berhasil mengangkat pasar adalah keluarnya laporan keuangan dari HP yang mengumumkan kenaikan laba hingga 14% menjadi US$ 2 miliar pada kuartal II. HP juga mengumumkan proyeksi yang melebihi ekspektasi investor.
Sentimen itu sekaligus mampu mengangkat Wall Street dari keterpurukan setelah terus menerus didera kekhawatiran seputar kredit macet yang menghantui bank-bank investasi besar AS.
"Laporan yang kuat dari HP setelah penutupan kemarin malam sepertinya kembali memperkuat bullish, ditengah laporan keuangan kuartal lainnya yang sama sekali tidak menginspirasi Wall Street," jelas Andrea Kramer dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/8/2008).
Namun pada pialang tetap berhati-hati seputar masa depan dari dua perusahaan pembiayaan perumahan terbesar AS, Fannie Mae dan Freddie Mac. Saham Freddie Mac tetap terpuruk hingga 22%, sementara Fannie Mae juga terpangkas 27%.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Review IHSG: Cetak 27 Poin Berkat Lemparan Komoditas
- Saham Energi Rebound, IHSG Naik 27 Poin
- Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Kompak Hijau
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



