Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Kamis, 28/08/2008 09:18 WIB
Kelesuan Ekonomi Terjadi Hingga Semester II-2009
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: Wahyu-detikFinance)
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengatakan sumber pertumbuhan ekonomi 2009 berasal dari investasi yang diproyeksikan tumbuh 11,7% di 2009.
"Kelesuan ekonomi terjadi sampai paruh II-2009, tapi di 2009 itu bervariasi, ada yang tetap rendah dan ada yang tetap tumbuh," ujarnya dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Sri Mulyani mengatakan inflasi dunia di 2009 masih akan terus meningkat. "Kondisi ini seperti akhir 1970-an dan 1980-an," imbuhnya.
Pada saat yang sama, Gubernur BI Boediono mengatakan angka perkiraan pertumbuhan di 2009 itu cukup realistis. "Pertumbuhan dari agregrat alami peningkatan dan momentum yang bagus, pertumbuhan kredit sampai Juli hampir 35% dan itu sangat tinggi, kalau larinya ke infrastruktur itu bagus tapi kalau banyak ke konsumtif, itu perlu diwaspadai," tuturnya.
Boediono mengatakan di 2009 bercermin dengan kondisi Pemilu 2004, memang pada Pemilu jumlah uang beredar akan meningkat. "Pengeluaran pemerintah dan masyarakat juga meningkat, jadi dari sisi permintaan naik, hambatannya adalah pada supply, dari infrastruktur dan sebagainya, jadi 6,2% angka realistis," ujarnya.
Boediono juga mengatakan surplus penerimaan ekspor di 2009 diperkirakan akan melambat di 2009 seiring dengan perlambatan ekonomi dunia yang masih akan terjadi di 2009.
"Melambatnya pertumbuhan ekspor terkait langsung dengan faktor-faktor eksternal terutama perlambatan pertumbuhan PDB dunia dan harga komoditas internasional," ujarnya.
Dikatakannya arus modal masuk di 2009 masih akan terjadi terutama setelah adanya kepastian perubahan kabinet. "Jadi arus modal masuk akan terlihat terutama di semester II-2009," ujarnya. (dnl/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (7 Komentar)
Baca juga :
- Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II-2008 Capai 6,4%
- Kalla: Ekonomi Membaik, Cari Tukang Batu Susah
- Depkeu: Ekonomi Triwulan II-2008 Tembus 6,1%
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



