Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi -
Jumat, 19/03/2010 14:16 WIB
Asuransi Bumiputera 'Digoyang' Agen Penjual -
Jumat, 19/03/2010 13:46 WIB
PPATK Temukan 97 Transaksi Pendanaan Teroris di Bank Besar
Indeks Berita
Kamis, 28/08/2008 12:59 WIB
ORI Tak Laku Karena Ada Deposito Berbunga Hingga 12%
Wahyu Daniel - detikFinance

Namun Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengingatkan, perang suku bunga deposito ini beresiko bagi nasabah. Menurutnya, perang suku bunga yang terjadi saat ini memang akibat seretnya likuiditas, sehingga perbankan berlomba-lomba menawarkan suku bunga menarik untuk menyerap dana dari masyarakat.
"Sebagai contoh, ada informasi bahwa beberapa bank menawarkan deposito untuk Rp 5 miliar dan jangka waktu 6 bulan dengan bunga 12%, sementara ORI005 memberikan kupon 11.45% untuk 5 tahun. Tingkat bunga penjaminan LPS 8,75%. Siapa yg dirugikan? Nasabah bank. Karena jika bank collapse hanya Rp100 juta yang dijamin. Tapi karena bunga deposito 12% sedangkan bunga penjaminan LPS hanya 8,75%, maka seluruh depositonya, berapapun jumlahnya akan hilang," urai Rahmat kepada detikFinance, Kamis (28/8/2008).
Dilanjutkannya, jika bank-bank kesulitan karena kredit macet maka perbankan akan meminta Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia. "Dan akhirnya minta pembiayaan darurat dari APBN melalui penerbitan SUN," imbuh Rahmat.
Sementara menurut Rahmat, instrumen ORI005 masih menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berinvestasi aman karena dijamin penuh oleh pemerintah.
Ia menambahkan, ORI005 akan memberikan keuntungan kepada investor mengingat dalam 5 tahun mendatang bunga akan turun karena pemerintah dan BI akan mati-matian mengelola inflasi. '
"Coba lihat dalam asumsi RAPBN 2009, inflasi akan turun, nilai tukar rupiah menguat, bunga turun dan akibatnya harga-harga SUN/ORI005 akan naik. Jadi, perang bunga deposito dapat berakibat hancurnya kepercayaan masyarakat kepada sektor perbankan," paparnya.
Rahmat mengakui bahwa hingga 9 hari masa penawaran, jumlah pesanan ORI005 belum juga menggembirakan karena agen penjual belum maksimal kinerjanya.
"Agen penjualnya banyak yang belum optimal kerjanya. Padahal bunga efektif ORI005 sebenarnya di atas 12% karena dibayarkan bulanan. Agen tidak menjelaskan hal ini," pungkasnya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Masih Seret, Pemesanan ORI005 Baru Rp 2,788 Triliun
- ORI005 Kalah Saing dengan Deposito
- Agen Penjual Kurang Maksimal, Pesanan ORI Baru Rp 1,8 Triliun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



