Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 11/09/2008 17:20 WIB
RI Bisa Menjadi Negara Penghasil Photovoltaic Terbesar di Dunia
Suhendra - detikFinance
Selama ini komponen photovoltaic merupakan produk olahan hasil pasir silika, yang bisa digunakan untuk mengolah energi panas matahari menjadi energi listrik.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Industri Elektronika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Abdul Wahid di pabrik Sharp Pulogadung, Jakarta, Kamis (11/9/2008).
"Pasir silika jangan sampai dibebaskan pajak ekspornya, karena potensi industri IC dan photovoltaic solar kita sangat besar di dunia, yaitu mengubah energi foton dari matahari menjadi listrik," ujarnya.
Ia menambahkan dari hasil data sementara kandungan deposit pasir silika untuk wilayah Sumatra Utara saja mencapai 12 juta ton, belum lagi beberapa wilayah lainnya.
Selama ini diakuinya, banyak investor yang masih ragu-ragu masuk ke sektor ini karena adanya kekhawatiran pasokan pasir silika tidak terpenuhi karena adanya ijin ekspor pasir silika.
"Untuk menghasilan 1 megawatt butuh 14 ton pasir silika, investasi yang dikeluarkan pun relatif sedikit," jelasnya.
Di negara-negara maju seperti AS, lanjut Wahid, permintaan industri olahan dari pasir silika terus meningkat bahkan beberapa tahun terakhir naik hingga 2 sampai 3 kali lipat.
Selain itu nilai tambah dari komoditas ini cukup tinggi, ia mencontohkan untuk proses pengolahan dari pasir silika menjadi poli kristal (bahan baku proses photovoltaic) membutuhkan investasi yang tidak besar dengan nilai tambah yang berkali-kali lipat.
"Kalai kita olah pasir silika yang per kilonya Rp 100 Rp menjadi poli kristal maka bisa naik harganya menjadi Rp 400.000 per kilo," imbuhnya.
Ia mencontohkan, untuk industri pengolahan investasi di sektor hulu ditahapan mineral setidaknya membutuhkan investasi Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar saja.
"Tetapi ini tergantung dari kemauan pemerintah, untuk mengembangkan bahan baku ini," harapnya.
(hen/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (9 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



