Forum Finance
- Turki Lihai Kenakan Anti-... pitulas
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Jumat, 12/09/2008 18:50 WIB
Dana Proyek 10.000 MW Kurang Rp 30,7 Triliun
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: Dadan K/detikFinance
Ketua Tim Percepatan Program 10.000 MW Yogo Pratomo menjelaskan, sisa kebutuhan dana ini akan dicari dari perbankan dalam negeri maupun luar negeri.
"Diharapkan bisa diperoleh secepatnya sehingga dengan perkembangan pendanaan yang kondisinya positif bisa memperlancar pembangunan proyek 10.000 MW," katanya disela buka puasa bersama Departemen ESDM di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
Ia menuturkan, dari kekurangan valas sebanyak US$ 2,9 miliar, sebanyak US$ 1,9 miliar diharapkan bisa didapatkan akhir tahun ini dari perbankan China. Sementara US$ 1 miliar sisanya baru akan dicari tahun depan.
"US$ 1,9 miliar diharapkan akhir tahun dari China tapi saya belum boleh menyebutkan. US$ 1 miliar akan dicari tahun depan, jadi diharapkan tahun ini selesai US$ 3,4 miliar (termasuk yang sudah ditandatangan US$ 1,5 miliar)," katanya.
Sementara untuk kebutuhan rupiah yang secara total mencapai Rp 17,3 triliun, sebanyak Rp 14 triliun diantaranya sudah berhasil diamankan dari bank dalam negeri dan luar negeri. Sisanya Rp 3,3 triliun diharapkan juga bisa diamankan akhir tahun.
Terkait eskalasi untuk penghitungan biaya pembangunan proyek, Yogo menyatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil dari hitungan BPKP.
(lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- PLN Cari Utang Valas dan Rupiah
- PGN Mulai Alirkan Gas ke PLTGU Muara Tawar
- Utang PLN ke Pertamina Rp 40 Triliun Diselesaikan via Musyawarah
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



