Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 10:23 WIB
Dana Asing Terus Banjiri Surat Utang pemerintah -
Jumat, 19/03/2010 17:30 WIB
Bank Eksekutif Write Off Kredit Macet Rp 250 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi
Indeks Berita
Rabu, 01/10/2008 18:12 WIB
Sri Mulyani: Ini Krisis yang Penyelesaiannya Agak Panjang
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: Depkeu
Foto Terkait
Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara open house di rumahnya, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).
"Tentu saya dengan Pak Boediono sebagai pengelola moneter akan terus mewaspadai. Karena bagaimanapun semua melihat karakter dari keuangan yang sekarang menjadi krisis ekonomi, tidak akan berjalan segera atau dalam artian cepat," kata Sri Mulyani.
Mantan direktur IMF ini menambahkan, berlarut-larutnya proses bailout di AS telah menimbulkan ketidakpastian di seluruh dunia. Apa yang terjadi di negara tersebut memang selalu memberi pengaruh yang signifikan terhadap negara-negara lain.
"Memang proses ini sangat berat konsekuensi politiknya. Yang tidak menguntungkan adalah karena AS adalah negara yang memberi pengaruh terhadap perekonomian. Sehingga apapun keputusan, bahkan yang bersifat debat antara Menkeu, Gubernur Bank Sentral, maupun pernyataan dari para anggota Kongres atau para senator, selalu menimbulkan sentimen," tuturnya.
Untuk Indonesia sendiri, dikatakan Sri Mulyani, kondisinya cukup baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Dari sisi pertumbuhan ekonomi dan struktur APBN, neraca pembayaran kemudian situasi moneter dan perbankan, posisi Indonesia relatif cukup baik setelah kita pulih dari krisis 1998.
"Jadi memang agak diuntungkan. Kalau lihat perbandingan di berbagai negara yang lain juga turunnya banyak. Depresiasi juga begitu," kata Sri Mulyani.
Menteri yang masuk dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia ini juga menilai, krisis di AS ini penyelesaiannya memerlukan waktu yang agak panjang.
"Artinya pengaruhnya terhadap dunia juga akan relatif panjang. Untuk kami di tahun 2008, untuk APBN barangkali tidak ada masalah, kita sudah melihat faktor-faktor dari sisi belanja, penerimaan untuk 2008 mungkin penyelesaian APBN relatif bisa kita tutup dengan baik," paparnya.
Sri Mulyani berharap dalam pembahasan RAPBN 2009, pemerintah berharap DPR akan mengerti situasi yang dinamis saat ini. "Jadi DPR harus bisa lebih meng-adjust," ujarnya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



