Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 07:04 WIB
Dow Jones Terjungkal ke Level Terendah Dalam 4 Tahun
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Foto Terkait
Penurunan saham-saham di Wall Street ini mengikuti pelemahan di bursa-bursa di seluruh dunia sebelumnya. Kepanikan investor semakin merajalela karena dikhawatirkan krisis finansial akan memberi dampak yang semakin besar.
Pada perdagangan Senin (6/10/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 369,88 poin (3,58%) ke level 9.955,50. Inilah untuk pertama kalinya Dow Jones ditutup di bawah level 10.000 sejak Oktober 2004.
Namun penutupan ini setidaknya sudah lebih baik, karena indeks Dow Jones sempat anjlok hingga 800,06 poin (7,75%) ke level 9.525,32.. Ini adalah kemerosotan terbesar dalam sejarah.
Sementara Standard & Poor's 500 juga merosot 42,34 poin (3,85%) ke level 1.056,89 dan Nasdaq anjlok 84,43 poin (4,34%) ke level 1.862,96.
Bursa-bursa global sebelumnya sudah merosot tajam, termasuk IHSG di BEI yang terpangkas hingga 10%. Perdagangan saham di Rusia, Brasil dan Peru bahkan harus dihentikan sementara karena kemerosotan yang tajam.
Langkah penyelamatan dua bank besar di Eropa dan penjaminan nasabah oleh Eropa membawa kekhawatiran bahwa dampak krisis finansial telah semakin luas.
"Jelas sekali kita berada pada zona kepanikan," kata John Schloegel, vice president of investment strategies dari Capital Cities Asset Management seperti dikutip dari Reuters.
"Kita melewatkan bailout sekarang dan fokus pada fundamental lagi dan fundamental sepertinya tidak baik. Orang mulai melihat pada pendapatan pada kuartal ketiga, keempat," tambahnya.
"Pemerintah Eropa mulai langkah penyelamatan institusi finansialnya, yang masih dihalangi oleh serangan dalam pinjaman bank. Masalah tidak tertutupi oleh perusahaan asuransi besar di AS, yang juga merugi dalam portofolio investasinya," ujar Chris Lafakis, dari Economy.com seperti dikutip dari AFP.
Sejumlah bursa pada perdagangan Selasa (7/10/2008) mengikuti kemerosotan di Wall Street. Indeks S&P/ASX200 turun 81,5 poin ke level 4,458.9, sementara NZX-50 di Selandia Baru merosot 2,62%.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (9 Komentar)
Baca juga :
- Indeks Dow Jones Tumbang di Bawah Level 10.000
- 15 Emiten Kena Auto Rejection
- Kepanikan Lagi di Pasar Saham
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



