Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 18:12 WIB
Pelaku Usaha Harus Siap Hadapi Krisis
M. Rizal Maslan - detikFinance

(Foto: Reuters)
"Ajakan SBY selaku kepala negara kepada kita semua, khususnya pelaku ekonomi, swasta dan BUMN layak disambut baik dan sungguh-sungguh," kata pengamat ekonomi dari UI Darwin Zahedy Saleh, yang juga salah satu Ketua DPP Partai Demokrat kepada wartawan via telepon di Jakarta, Selasa (7/10/2008).
Menurut Darwin, krisis keuangan global niscaya akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Pengaruh ini khususnya bagi aktivitas yang banyak bergantung pada ekspor dan impor.
Selain itu, lanjut Darwin, juga akan berpengaruh pada aktivitas pasar modal dan lebih jauh lagi dapat berpengaruh pada ketersediaan kredit bagi kepentingan dunia usaha. Keberadaan likuiditas investor asing yang masuk melalui pasar modal, yang kemudian disimpan dalam berbagai bentuk deposito akan ikut berkurang.
"Karena para investor kini sibuk mereposisi arah dan strategi investasinya. Tapi, kita perlu memilah-milah aspek mana yang perlu dikhawatirkn, dan mana yang tidak," jelasnya.
Darwin juga menganjurkan agar ekspor Indonesia secepatnya perlu didiversifikasi, baik tujuan maupun jenisnya. Jadi jangan terus bergantung pada kekuatan tiga pasar utama, yaitu AS, Jepang, Uni Eropa.
Begitu pula dengan usaha impor yang perlu lebih selektif dilakukan, karena mengimpor suatu produk hanya akan menguntungkan perekonomian bangsa lain dan memperlemah produk di dalam negeri. "Terlalu banyak kita mengimpor barang jadi, termasuk buah-buahan dari luar negeri," tandasnya lagi.
Darwin menegaskan, seharusnya perusahaan swasta besar dan BUMN berkepentingan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. "Kalau tidak, mana bisa daya serap pasar dalam negeri bangkit dan tumbuh besar. Bank-bank plat merah harus tetap menjalankan perannya sebagai agen pembangunan, sekalipun mereka itu persero," ujarnya.
Darwin memahami banyak bankir plat merah terkesan alergi pada sektor industri yang justeru sangat melibatkan banyak tenaga kerja, seperti industri makanan dan tekstil. "Dapat dimaklumi kalau bankir hati-hati dengan industri tertentu, karena persoalan struktural. Tetapi, para bankir plat merah itu mengemban amanah untuk turut memajukan sektor industri menengah ke bawah ini," ucapnya.
Darwin menambahkan, para bankir perlu duduk bersama dengan kalangan industri, perdagangan dan BI untuk mengidentifikasi perusahaan dan sektor mana yang perlu diprioritaskan. Selain itu, program KUR yang kini sudah mencapai banyak kemajuan harus terus dikembangkan agar target Rp 14 triliun bagi kredit kalangan usaha mikro dan kecil tercapai. (zal/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Target Pajak 2008 Tak Terpengaruh Krisis AS
- Cegah Krisis 1998, Pasar Diminta Jangan Panik
- Krisis AS Goncang Industri Hulu Migas RI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



