Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 09:46 WIB
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Kamis, 18/03/2010 15:46 WIB
Pemerintah Cari Rp 5 Triliun Lagi Dari Surat Utang -
Kamis, 18/03/2010 14:50 WIB
Aviva Akuisisi 60% Saham Asuransi Winterthur Life -
Kamis, 18/03/2010 13:07 WIB
Takaful Cari Partner Bank dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 11:07 WIB
Sidang 2 Pemilik Asing Bank Century Ditunda Sebulan -
Kamis, 18/03/2010 10:02 WIB
100% Nasabah Bakrie Life Sepakati Skema Pengembalian Dana
Indeks Berita
Rabu, 22/10/2008 20:56 WIB
DPR Belum Restui Bailout Rp 7 Triliun untuk Bank Indover
Wahyu Daniel, Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: Dikhy Sasra/detikcom
Menurut Wakil Ketua Komisi XI Endin Sofihara, DPR belum bisa memutuskan skenario apa yang akan diambil untuk menyelamatkan anak usaha Bank Indonesia itu.
"BI mengajukan usul penyelamatan Indover, tapi ada UU yang tidak membolehkan penyertaan modal. UU ini bisa dilewati melalui izin DPR. Tetapi DPR harus banyak tahu dulu sebelum kasih izin sementara info dari BI belum lengkap," ungkapnya usai rapat dengar pendapat bersama BI, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
DPR merasa belum mendapatkan penjelasan secara rinci sehingga belum memiliki cukup alasan untuk mengambil keputusan. Rapat untuk membahas nasib Bank Indover akan kembali dilanjutkan pada Kamis (23/10/2008) pukul 10.00 WIB.
Ia juga mengatakan rapat tadi belum sampai membahas suntikan dana sebesar Euro 546 juta. Dalam bahan rapat yang diperoleh detikFinance, terungkap bahwa BI mengajukan dana penyelamatan Bank Indover sebesar 546 juta euro atau sekitar Rp 7 triliun.
"Itu hitungan sementara mengenai liabilities mereka, belum tentu besarnya segitu. Itu hanya kewajiban dia saja, nanti bisa lebih besar atau kecil atau malah tidak ada," pungkasnya.
Endin menambahkan, intinya ada permintaan dari Belanda untuk Indover apakah akan tetap hidup atau dibekukan.
"Jika ingin tetap hidup, ada kewajiban yang harus diberikan kepada kreditur. Dan dananya harus milik BI," ujarnya
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI Olly Dondukambey mengatakan, DPR tidak bisa
begitu saja menyetujui usulan dari BI untuk menyuntik likuiditas kepada bank indover
yang nilainya 546 juta euro atau setara dengan Rp 7 triliun.
"Inikan modelnya seperti BLBI, kita tidak mau dong nanti dipersalahkan. Masa uang Rp
7 triliun disepakati dalam waktu setengah hari," tandasnya.
DPR sepanjang hari ini melakukan rapat komprehensif untuk menyelesaikan permasalahan Indover. Siang tadi DPR sudah melangsungkan rapat dengar pendapat dengan direksi dan komisaris Indover yang dipanggil langsung dari Amsterdam, Belanda.
Lalu setelah itu, Komisi XI DPR kembali melanjutkan rapat dengan BI sebagai pemegang saham tunggal Indover dan pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan sekaligus Menteri Perekonomian Sri Mulyani.
Gubernur BI Boediono menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi. Termasuk adanya kemungkinan BI menggelontorkan dana Euro 546 juta untuk menyelamatkan Bank Indover.
"Belum bisa saya sampaikan, karena belum ada keputusan," kata Boediono.
Ia menyatakan bahwa persoalan ini perlu ada pendalaman dahulu. "Jadi akan kami bahas
lebih lanjut dengan DPR," ujar dia.
Pernyataan senada juga dilontarkan Deputi Gubernur BI Siti Chalimah Fadjriah, yang
menolak berkomentar soal Indover. "Jangan tanya saya, saya tidak tahu," katanya.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menteri Perekonomian
Sri Mulyani. Ia hanya tutup mulut dan langsung masuk ke dalam mobil. (ang/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Investigasi Pembekuan Indover!
- BI Ajukan Bailout untuk Indover Rp 7 Triliun
- Berpotensi Jadi BLBI II, SBY Harus Turun Tangan soal Indover
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




