Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Kamis, 23/10/2008 07:53 WIB
Euro dan Pounds Makin Kedodoran
Irna Gustia - detikFinance
-dalam.jpg)
(Foto: Worldnews.com)
Euro bahkan anjlok di bawah level 1,30 dolar AS yang terjadi untuk pertama kalinya sejak Februari 2007.
Sedangkan mata uang Inggris poundsterling jatuh di posisi terendah dalam 5 tahun terakhir setelah gubernur bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) Mervyn King memperingkatkan posisi Inggris yang bisa terseret resesi.
Dua mata uang di Eropa itu mengalami tekanan yang tinggi karena muncul spekulasi bank sentral Eropa akan memotong tingkat suku bunganya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari ancaman krisis finansial yang terjadi dalam 7 dekade terakhir ini.
Di sisi lain, mata uang dolar AS dan yen Jepang bergerak begitu atraktif karena investor banyak yang mengamankan dananya ke dua mata uang itu di tengah badai krisis finansial yang terjadi saat ini.
Pada penutupan perdagangan valas Rabu waktu AS (22/10/2008) euro jatuh di posisi 1,2867 dolar AS atau turun tajam dibanding satu hari sebelumnya di level 1,3073 dolar AS. Di awal perdagangan euro bahkan sempat anjlok hingga level 1,2743 dolar AS yang merupakan level terendah sejak 7 November 2006.
Euro telah turun lebih dari 20% terhadap dolar AS sejak mencapai rekor tertingginya pada pertengahan Juli lalu di level 1,6038 dolar AS.
"Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada masalah fundamental ekonomi dan pelemahan yang terjadi di wilayah Eropa," kata analis dari Forex Capital Markets, John Rivera seperti dilansir dari AFP, Kamis (23/10/2008).
Sementara mata uang pounds berada di posisi terendah sejak September 2003 di posisi 1,6139 dolar AS setelah pasar melihat peluang negeri itu yang bisa masuk ke pusaran resesi. Pada penutupan Rabu waktu AS, pounds ada di level 1,6297 dolar AS, anjlok dibanding hari sebelumnya 1,6728 dolar AS.
Sementara mata uang rupiah diprediksi masih bertahan di level 9.800-9.900-an per dolar AS karena sepinya pasar finansial dalam negeri.
Pada perdagangan valas pukul 07.45 WIB, Kamis (23/10/2008) rupiah ada di posisi 9.898 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.895-9.901 per dolar AS.
Posisi rupiah Kamis pagi ini tidak jauh berbeda dengan penutupan Rabu kemarin yang ada di level 9.895 per dolar AS. (ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



