Forum Finance
- Turki Lihai Kenakan Anti-... pitulas
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Kamis, 23/10/2008 12:12 WIB
Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Terpukul
Irna Gustia - detikFinance
(Foto: Indro-detikFinance)
Perdagangan saham sesi siang berlangsung sepi karena banyak investor yang menunda dulu berinvestasi di saham akibat gejolak pasar dunia yang belum pulih yang diperkirakan akan berlangsung lama.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Kamis (23/10/2008) IHSG turun tajam 51,293 poin (3,72%) menjadi 1.328,450.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, turun banyak hingga 55 poin ke posisi 9.950 per dolar AS. Rupiah turut anjlok karena dolar yang sedang dalam posisi menguat terhadap mata uang utama dunia seperti euro dan pounds.
Perdagangan saham sesi siang berjalan sepi yang mencatat transaksi sebanyak 17.439 kali dengan volume 736 juta unit saham, senilai Rp 735,6 juta. Hanya 6 saham yang mengalami kenaikan harga, sisanya 140 saham turun dan 25 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 80 menjadi Rp 1.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 275 menjadi Rp 3.625, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 475, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 6.450, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 1.050 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 menjadi Rp 9.950.
IHSG mengikuti kejatuhan bursa saham Wall Street dan Asia pada sesi siang ini seperti Hang Seng turun 4,65%, KOSPI turun 6,33%, Nikkei turun 4,53%, Shanghai turun 2,63%, STI Singapura turun 3,74%.
Berbagai langkah yang ditempuh pemerintahan di Asia untuk mengangkat kepercayaan pasar tampaknya belum efektif. Kini perhatian justru beralih ke pelemahan ekonomi, mengingat Asia selama ini sangat tergantung pada ekspor.
"Permintaan sedang melemah di seluruh dunia. Tidak hanya di AS, namun penurunan ekspor ke Uni Eropa juga meningkat. Meningkatnya ketidakpastian di sektor finansial sepertinya akan berdampak pada aktivitas ekonomi," ujar Junko Nishioka, ekonom dari RBS Securities di Tokyo, seperti dikutip dari Reuters.
(ir/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bursa Asia Berjatuhan Lagi
- Euro dan Pounds Makin Kedodoran
- Pelemahan Bursa Global Terus Bayangi IHSG
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



