Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 23/10/2008 14:05 WIB
Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Waspada
Wahyu Daniel - detikFinance


(Foto: dok detikFinance)
Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang kini berada di posisi 9.950 per dolar AS dinilai lebih karena faktor global. Pemerintah akan lebih hati-hati dan waspada terhadap perubahan di pasar global ini.

Demikian dikatakan oleh Menteri Keuangan yang juga Menko Perekonomian Sri Muyani usai rapat dengan Komisi XI DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/10/2008).

Menkeu mengatakan saat ini kondisi ekonomi global sudah mulai bergerak jadi semua negara juga akan mewaspadainya.

"Kita sendiri di semua lini akan melihat perekonomian mana saja yang potensinya tetap terjaga. Mana yang paling vulnerable (mudah terkena) sehingga perlu ada perlakuan khusus. Kalau rupiah dan lain-lain kita akan lihat komparasinya dengan regional. Depresiasi kita terhadap dolar apakah masih comparable dengan mata uang-mata uang lain. Dan apakah masih fundamental dengan faktor-faktor yang menopangnya. Jadi kita lihat," papar Menkeu.

Menkeu juga mengatakan pemerintah sedang mencoba mengatur supaya guncangan ini tidak terlalu mengganggu. "Seperti yang saya katakan dengan adanya adjustment kita harus hati-hati dan wasapada," katanya.

Dunia usaha juga diingatkan agar melihat kembali neracanya dan mencari langkah-langkah untuk mengamankan seperti yang dilakukan pemerintah.

Apakah ada kebijakan untuk pelemahan rupiah? Menkeu menjawab, "Policy khusus tidak ada tapi kita lakukan stabilisasi secara umum," katanya. (ir/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).