Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Selasa, 28/10/2008 10:26 WIB
Ekonomi RI 2008 vs 1998
Nurul Qomariyah - detikFinance

Grafik Volatilitas Rupiah (BI)
Tentu saja, jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1998 silam, kondisinya sudah jauh berubah. Perekonomian Indonesia, tentu saja sudah jauh lebih kuat dibandingkan 10 tahun silam.
Berikut perbandingan data perekonomian di tahun 1998 dan tahun 2008, seperti dikutip detikFinance dari hasil riset Optima Securities, Selasa (28/10/2008).
Tahun 1998:
- Inflasi 77,60%
- PDB -13,13%
- Deposito 3 Bulan 40%
- Cadangan Devisa US$ 22 miliar
- Ekspor -13%
- Impor -30%
Tahun 2008
- Inflasi 12%
- PDB 6,30%
- Deposito 3 Bulan 10%
- Cadangan Devisa US$ 56 Miliar
- Ekspor 30%
- Impor 45%.
Dalam data tersebut, inflasi selama Januari hingga September 2008 jauh lebih rendah dari tahun 2007 yang mencapai 77,6%.
Sementara perekonomian masih bisa tumbuh di kisaran 6,3% dengan cadangan devisa mencapai US$ 56 miliar yang cukup memenuhi kebutuhan 3 bulan kali impor.
Ekspor dan impor masih positif dengan masing-masing mencatat tumbuh 30% dan 45% dibandinkan sepuluh tahun lalu yang mengalami pertumbuhan negatif.
(qom/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Laporan dari Beijing
KTT ASEM Ditutup, IMF Diminta Lebih Berperan Atasi Krisis - Laporan dari Beijing
Presiden China: Kepercayaan Diri Kuat Bisa Selesaikan Krisis - Krisis Global Diduga Jadi Alasan Perusahaan untuk Pailit
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



