Berita Lain
-
Minggu, 05/09/2010 16:12 WIB
Jamu RI Kalah Pamor dengan Jamu Malaysia -
Minggu, 05/09/2010 14:36 WIB
Mulai November 2010, Jawa-Bali Dapat Tambahan Daya 330 MW -
Minggu, 05/09/2010 12:58 WIB
Fauzi Bowo : Jangan Terlalu Mudah Bawa Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta -
Minggu, 05/09/2010 12:28 WIB
Industri Jamu Resah Maraknya 'Jamu' Oplosan -
Sabtu, 04/09/2010 17:08 WIB
Puncak Mudik Selasa, ASDP Kerahkan 28 Kapal Ferry -
Sabtu, 04/09/2010 16:04 WIB
Penjual Parsel Cikini Mengaku Bebas Makanan Kadaluarsa
Indeks Berita
Jumat, 07/11/2008 10:21 WIB
Harga Minyak Drop ke US$ 60
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Foto: Reuters
Harga minyak kontrak utama New York, yakni minyak jenis light sweet crude di perdagangan Asia, Jumat (7/11/2008), untuk pengiriman bulan Desember sempat menembus US$ 59,97 per barel. Angka ini merupakan harga terendah sejak Maret 2007, namun harga kembali meningkat ke US$ 60,52 per barel.
Sedangkan minyak Brent North Sea crude, untuk pengiriman bulan yang sama turun 81 sen dolar ke level US$ 56,62 per barel dari harga penutupan hari Kamis sebesar US$ 57,43 per barel.
Seperti dilansir AFP, Jumat (8/11/2008) pelemahan ekonomi makin ditakuti setelah Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa ekonomi negara maju akan terkontraksi pada 2009.
Pertumbuhan ekonomi negara maju diperkirakan hanya 0,3 persen di 2009, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,5 persen.
Akibat kabar yang tidak menyenangkan itu, harga minyak terus merosot dari posisi rekornya pada bulan Juli 2008 yang mencapai US$ 147 per barel. Pelemahan ekonomi khususnya di AS dikhawatirkan akan mengurangi permintaan minyak, akhirnya harga pun terbawa turun terus.
"Isu besar yang masih mempengaruhi sentimen investor adalah keadaan ekonomi global," demikian pernyataan dari analis State Street Global Markets.
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Rabu memperkirakan harga minyak akan kembali rebound ke US$ 100-200 pada tahun 2030.
Dalam laporan mengenai outlook harga minyak, badan energi itu memperkirakan harga minyak akan berada pada kisaran rata-rata US$ 100 per barel dari tahun 2008-2015. (ddn/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Ups, Minyak Anjlok Lagi
- Minyak Melonjak Tembus US$ 70
- Harga Minyak Indonesia Sudah Melorot ke US$ 70,66 per Barel
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
