Berita Lain
-
Minggu, 05/09/2010 16:12 WIB
Jamu RI Kalah Pamor dengan Jamu Malaysia -
Minggu, 05/09/2010 14:36 WIB
Mulai November 2010, Jawa-Bali Dapat Tambahan Daya 330 MW -
Minggu, 05/09/2010 12:58 WIB
Fauzi Bowo : Jangan Terlalu Mudah Bawa Sanak Saudara Adu Nasib di Jakarta -
Minggu, 05/09/2010 12:28 WIB
Industri Jamu Resah Maraknya 'Jamu' Oplosan -
Sabtu, 04/09/2010 17:08 WIB
Puncak Mudik Selasa, ASDP Kerahkan 28 Kapal Ferry -
Sabtu, 04/09/2010 16:04 WIB
Penjual Parsel Cikini Mengaku Bebas Makanan Kadaluarsa
Indeks Berita
Jumat, 07/11/2008 11:03 WIB
Bisa Turun Lagi, Harga Premium Maksimal Rp 6.000
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Evita Legowo (Foto: Alih/detikFinance)
Demikian ditegaskan Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo dalam diskusi penurunan harga BBM di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/11/2008).
"Mulai Desember, kami bermaksud menggunakan mekanisme floating. Sehingga perubahan terjadi sebulan sekali, dengan batas atas, Rp 6.000. Ini akan kita teruskan di 2009," katanya.
Seperti diketahui, penurunan BBM baru akan berlaku pada 1 Desember 2008. Pemilihan waktu ini, menurut Evita dipilih karena pemerintah berniat melihat pergerakkan harga minyak Indonesia (ICP) dalam sebulan mendatang.
"Karena kalau untuk memutuskan kan harus menggunakan hitungan sebulan sebelumnya. Jadi kita baru turunkan Desember untuk melihat dalam sebulan harga minyaj gimana. Apa benar kita turunkan Rp 500, atau justru harus lebih banyak lagi," katanya.
Namun jika dalam sebulan ini ICP justru menunjukkan kenaikan, maka kenaikan ini akan disesuaikan pada 1 Januari 2009. Dan seperti itu seterusnyan sampai 2009 dengan harga Premium maksimal Rp 6.000.
Seperti diketahui, harga minyak kini berada dalam tren penurunan. Berdasarkan data Departemen ESDM, ICP Oktober bahkan sudah turun menjadi US$ 70,66 per barel.
Sementara pada hari ini, harga minyak kembali turun ke level US$ 60 per barel. Harga minyak kontrak utama New York, yakni minyak jenis light sweet crude di perdagangan Asia, Jumat (7/11/2008), untuk pengiriman bulan Desember sempat menembus US$ 59,97 per barel. Sedangkan minyak Brent North Sea crude, untuk pengiriman bulan yang sama turun 81 sen dolar ke level US$ 56,62 per barel. (lih/qom)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Solar dan Minyak Tanah Tak Turun Karena Subsidi Tak Cukup
- Tarif Transportasi Harusnya Ikut Turun
- BBM Turun Gopek, Rakyat Miskin Nggak Ngaruh
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
