Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Rabu, 12/11/2008 06:45 WIB
Saham GM Terendah dalam 65 Tahun
Nurul Qomariyah - detikFinance

SUV Keluaran GM (Foto: Reuters)
Ditambah dengan sentimen negatif dari outlook perusahaan-perusahaan besar di AS yang kian buram, Wall Street pun lagi-lagi bergerak melemah.
Pada perdagangan Selasa (11/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 176,58 poin (1,99%) ke level 8.693,96. Indeks Teknologi Nasdaq juga turun 35,84 poin (2,22%) ke level 1.580,90 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 20,26 poin (2,20%) ke levl 898,95.
"Diskusi tentang nasib General Motors dan industri otomotif AS telah mendorong pikiran ke arah negatif. Saat ini, perasaan yang muncul adalah permintaan bailout kemungkinan akan lebih lama dan lebih rumit untuk diprioritaskan dan telah mengambil kepercayaan investor," ujar Patrick O'Hare, analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/11/2008).
Seperti dikutip dari Reuters, saham GM anjlok lagi hingga 13,1% menjadi 2,92 dolar. Harga saham GM bahkan sempat turun hingga 18% menjadi 2,76 dolar, yang merupakan level terendah sejak tahun 1943. Secara total, saham GM telah merosot hingga 40% sejak Jumat pekan lalu setelah mengumumkan kerugian besar selama kuartal III.
Saham-saham sektor komoditas juga masih menjadi tujuan untuk aksi jual. Kekhawatiran akan melemahnya pertumbuhan ekonomi bisa memicu penurunan kinerja sektor tersebut.
Saham produsen aluminium terbesar Alcoa turun tajam hingga 7% setelah mengumumkan pemangkasan produksi hingga 350.000 ton akibat melemahnya permintaan global.
Tyco International juga turun hingga 14,2% menjadi US$ 21,74 setelah memperingatkan bahwa perolehannya di tahun ini kemungkinan meleset dari perkiraan.
Demikian pula sektor ritel yang ikut kena sentimen negatif, setelah Starbucks mengumumkan proyeksi yang tidak baik. Saham Starbucks turun hingga 2% setelah mengumumkan labanya turun hingga 97%.
Saham American Express yang baru saja mendapat persetujuan untuk menjadi holding company perbankan turun hingga 6,6%.
"Ini seperti membuka kotak pandora. American Expres, mereka meminta uang, GM juga meminta uang. Orang mulai menyadari bahwa bailout ini akan menjadi lebih mahal ketimbang yang dipikirkan semula. Setiap orang minta sedekah, tapi siapa yang akan memberi?" ketus Ryan Detrick, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters.
Perdagangan juga masih tipis yakni di New York Stock Exchange hanya 1,23 miliar dan di Nasdaq hanya 1,93 miliar, dimana keduanya di bawah rata-rata tahun lalu. (qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Review IHSG: Cuma Kuat 1 Sesi
- IHSG Tak Kuat di Zona Positif
- Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Bertolak Belakang
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



