Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi -
Jumat, 19/03/2010 14:16 WIB
Asuransi Bumiputera 'Digoyang' Agen Penjual -
Jumat, 19/03/2010 13:46 WIB
PPATK Temukan 97 Transaksi Pendanaan Teroris di Bank Besar
Indeks Berita
Sabtu, 22/11/2008 17:05 WIB
Manajemen Bungkam Soal Pencekalan Petinggi Bank Century
Suhendra - detikFinance
-dalam.jpg)
(Foto: Wahyu-detikFinance)
Pencekalan dimulai sejak Jumat 21 November 2008 hingga selama enam bulan ke depan.
"Kami belum bisa berkomentar, saya juga tahunya dari detikcom, jadi kami belum bisa komentar karena itu kewenangan negara," kilah Corporate Affairs Division Head Bank Century Deddy Triyana saat dihubungi detikFinance, Sabtu (22/11/2008).
Permintaan pencekalan berasal dari departemen keuangan setelah Bank Century resmi diambil alih pemerintah pada 21 November 2008 karena kesulitan likuiditas.
Pencekalan oleh Dirjen Imigrasi itu berdasarkan Keputusan Menkeu No 337/KMK.01/2008 tanggal 21 November.
Petinggi Bank Century yang dicekal adalah:
Sulaiman Ahmad Basyir (komisaris utama/59 tahun), Poerwanto Kamsjadi (komisaris/65 tahun), Rusli Prakarsa (komisaris/66 tahun), Hermanus Hasan Muslim (direktur utama/48 tahun), Hamidy (wakil direktur utama/47 tahun), Edward Mandahar Situmorang (direktur kepatuhan/67 tahun), Lila K Gondokusumo (direktur pemasaran/45 tahun) serta Robert Tantular (pemegang saham/46 tahun).
Dari daftar nama direksi dan komisaris Bank Century hanya dua yang tidak dicekal yaitu Hesham AlWarraq (wakil komisaris utama) dan Krishna Jagateesen (direktur).
Sementara Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Bambang Soesatyo menyambut baik langkah pemerintah untuk melakukan pencekalan. Sehingga kekhawatiran pihak manajemen baik direksi maupun komisaris Bank Century untuk lepas dari tanggung jawab bisa dihindari.
"Saya kira itu langkah tepat dari pemerintah, karena kita tidak mau mereka lepas dari tanggung jawabnya," katanya.
Tim Baru
Sementara tim manajemen baru Bank Century yang ditunjuk pemerintah baru mulai bekerja Senin 24 November 2008 sejalan dengan dibukanya kembali operasional bank setelah ditutup pada 21 November 2008.
Maryono yang saat ini menjabat sebagai Group Head Jakarta Network Group Bank Mandiri ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank Century di masa transisi.
Maryono diminta oleh pemerintah dalam rangka pendampingan atau technical assistent oleh Bank Mandiri terhadap Bank Century. Timnya terdiri dari 3 orang dari pihak Bank Mandiri yang bertugas melakukan pendampingan teknis.
"Tim baru yang berasal dari Bak Mandiri akan bekerja Senin (24/11/2008), kalau dari pihak Century kita belum tahu," jelas Deddy.
Deddy mengatakan sekarang ini pihaknya masih melakukan konsolidasi untuk langkah-langkah selanjutnya.
Namun ia menambahkan sesuai dengan arahan dari Bank Indonesia (BI) bahwa operasiona Bank Century akan kembali dibuka pada Senin depan (24/11/2008). Dikatakannya untuk menghadapi hari Senin nanti, pihaknya tidak ada antisipasi khusus, termasuk mengenai kemungkinan terjadinya rush.
"Tidak ada persiapan khusus kita akan berjalan seperti biasa saja," ujarnya.
(hen/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BI Jangan Tutupi Kondisi Perbankan
- LPS: Century Bukan Bank yang Dimatikan
- LPS akan Sembuhkan CAR Bank Century Sebelum Dijual
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




