Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Minggu, 23/11/2008 12:30 WIB
Penerbitan Surat Utang AS Bahayakan Rupiah
Indro Bagus SU - detikFinance

"Jika pemerintah AS jadi menerbitkan surat utang, penguatan dolar akan terus terjadi dan membahayakan semua mata uang dunia, termasuk rupiah," ujar pengamat Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/11/2008).
Menurut Farial, rencana AS menerbitkan surat utang senilai US$ 500 miliar disebabkan pemerintah AS tidak memiliki dana untuk merealisasikan bailout US$ 720-750 miliar. "AS akan defisit besar jika tidak menerbitkan surat utang. Nilai surat utang yang akan diterbitkan belum pasti, tapi yang jelas akan berpengaruh besar pada seluruh mata uang dunia," jelas Farial.
Penerbitan surat utang miliaran dolar diperkirakan bakal menyerap dolar dari seluruh dunia ke AS. Menurut Farial, dalam kondisi seperti sekarang ini, penyerapan dolar akan menyebabkan dolar semakin langka di pasaran.
"Ini akan mendorong penguatan drastis mata uang dolar terhadap seluruh mata uang dunia, terutama negara-negara yang ikut membeli surat utang AS. Rupiah bakal anjlok tajam. Saya belum bisa perkirakan angkanya, yang jelas anjlok cukup tajam," jelas Farial.
Untuk mengantisipasinya, Farial mewakili pengamat ekonomi lainnya menghimbau pemerintah segera menyusun langkah nyata yang antisipatif menghadapi situasi tersebut. Sebab saat ini, dolar menjadi pilihan investasi utama para investor menyusul kejatuhan pasar saham dan komoditas.
"Investasi dolar saat ini menjadi pilihan utama. Sebab investasi di saham atau komoditas kurang menarik karena sedang terpuruk. Oleh sebab itu pemerintah perlu menyusun langkah pengamanan rupiah yang nyata, terutama menghadapi penerbitan surat utang AS. Karena ini masalah krusial. Jika rupiah anjlok semakin tajam, bisa membahayakan seluruh ekonomi negara ini," pungkas Farial. (dro/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Rupiah Berhenti di 12.000/US$
- Sesi Siang
Rupiah 12.100/US$, IHSG Jeblok - BI Pastikan Terus Jaga Rupiah
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



