Berita Lain
-
Kamis, 09/09/2010 13:08 WIB
Belanja Ritel Modern Tembus Rp 100 Triliun di 2010 -
Kamis, 09/09/2010 11:47 WIB
Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar -
Rabu, 08/09/2010 21:29 WIB
SBY Jaga Harga Pangan Tak Naik Drastis -
Rabu, 08/09/2010 19:09 WIB
Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi -
Rabu, 08/09/2010 18:02 WIB
PT Berdikari Jadi Cikal Bakal BUMN Peternakan -
Rabu, 08/09/2010 17:18 WIB
Dino Patti Djalal Mundur Dari Danareksa
Indeks Berita
Rabu, 26/11/2008 16:07 WIB
Krisis Global Bawa Rezeki Bagi Pelabuhan di Batam
Andrian Fauzi - detikFinance

Ilustrasi (Foto: waskita)
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Komersil, Kantor Pelabuhan Batam, Heri Kafianto saat ditemui dalam acara acara launching PORTMAP di Viena Resto&Lounge, Jalan Sukajadi No 205, Bandung Rabu (26/11/2008).
"Dengan adanya krisis, kita kebanjiran pesanan untuk parkir kapal. Jadi selama krisis ini, banyak kapal yang parkir di perairan Batam. Ini mendatangkan keuntungan bagi kita," ujar Heri.
Dari biasanya hanya 10 kapal per bulan, saat ini sudah ada 200 kapal yang memesan untuk parkir di perairan Batam dengan durasi 1-2 tahun. Menurut Heri, kondisi ini dikarenakan harga minyak mentah dunia yang turun sehingga para pemilik kapal lebih memilih menunggu.
"Biasanya hanya 10 kapal per bulan. Sampai saat ini sudah ada kurang lebih 200-an kapal besar yang kebanyakan dari Timur Tengah, pesan untuk parkir dengan waktu 1-2 tahun," kata Heri.
Menurut Heri, tarif parkir di Batam sebenarnya lebih mahal jika dibandingkan dengan tarif parkir di Malaysia.
"Jika dibandingkan dengan Malaysia, di kita lebih mahal. Tarif yang kita tetapkan adalah US$ 0,041 per GRT (Grows Ton) per bulan. Di Malaysia walaupun ditetapkan progresif, tapi lebih murah yakni 200 ringgit per 10 GRT per bulan," papar Heri tanpa menyebutkan berapa untung yang bakal diraup.
Kecenderungan para pemilik kapal lebih suka memarkirkan kapalnya di Batam dibandingkan di Malaysia karena lebih aman. "Dibanding Malaysia, situasi keamanan dan servis kita lebih bagus. Belum lagi faktor gelombang air laut. Di kita lebih stabil," kata Heri.
Saat ini lahan parkir kapal yang tersedia adalah 200 kilometer persegi. Dan kapal-kapal yang akan parkir di sana adalah kapal dengan ukuran antara 200-320 meter.
"Hanya kapal besar yang kita hitung. Kapal kecil tidak masuk dalam hitungan," pungkas Heri. (afz/ddn)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
