Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Sabtu, 29/11/2008 15:19 WIB
SPV Bakrie-Northstar Tangani Utang ke Odickson
Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: Reuters
"Saham-saham yang digadaikan ke Odickson akan ditempatkan dalam SPV yang akan dioperasikan oleh BNBR dan Northstar sebagai strategic partnership," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava pada detikFinance, Sabtu (29/11/2008).
Opsi tersebut diambil setelah kedua belah pihak melakukan uji tuntas (due diligence) selama 28 hari sejak 31 Oktober 2008. Pada 31 Oktober, BNBR menandatangani pra perjanjian jual beli 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai US$ 1,3 miliar dengan Northstar.
Namun setelah melakukan due diligence, kondisi perjanjian berubah sepenuhnya. Dari semula perjanjian jual beli, berubah menjadi perjanjian membentuk perusahaan patungan (Joint Venture Agreement). Penandatanganan telah dilakukan Jumat (28/11/2008) malam. "Nilai transaksi tepatnya US$ 572 juta," jelas Dileep. Dalam keterangan semula, Presdir BNBR Nalinkant A Rathod mengatakan bahwa utang BNBR yang diambil alih oleh Northstar adalah sebesar US$ 575 juta.
Perubahan tersebut disebabkan BNBR kesulitan mengamankan 35% sahamnya di BUMI yang sebagian besar beredar di tangan para kreditornya lantaran sudah ada yang dilepas ke pasar,
CEO Northstar Patrick Walujo dalam keterangannya pada detikfinance pun mengakui bahwa perjanjian pengambilalihan saham BUMI kemungkinan hanya akan sebesar 10-20%.
Sementara dalam catatan detikFinance, BNBR memiliki pinjaman sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US$ 967,3 juta.
Sehubungan dengan itu, Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali menjelaskan, utang BNBR ke Odickson semula memang mencapai US$ 967,3 juta. Namun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS, Yuanita mengatakan utang ke Odickson turun menjadi sekitar US$ 742 juta.
Sementara itu, lantaran BNBR tidak bisa memenuhi persyaratan dalam klausul perjanjian 31 Oktober mengenai pengamanan 35% saham BUMI, bentuk perjanjian final kedua belah pihak pun diubah.
Melihat kondisi ini, keduanya sepakat mengubah bentuk perjanjian menjadi joint venture. Northstar yang semula hanya berniat mengambil alih 35% saham BUMI, kini ikut bergabung dengan BNBR menangani saham-saham BUMI, ENRG dan ELTY yang digadaikan BNBR ke Odickson.
Kendati kerjasama membentuk SPV dan nilai transaksi telah dilakukan, Dileep mengatakan persentase maupun detail transaksi masih akan dibahas kedua belah pihak.
"Finalisasi detail-detail tersebut kami harapkan dapat diperoleh Desember mendatang," ujar Dileep.
Dengan transaksi US$ 572 juta tersebut, Northstar akan mengambil alih 19,27% saham BUMI yang digadaikan BNBR ke Odickson. Namun karena saham-saham tersebut masih berada di tangan Odickson, Northstar akan ikut menangani mekanisme pembebasan saham-saham yang digadaikan BNBR ke Odickson melalui SPV BNBR-Northstar.
"Opini saya, ini merupakan resolusi yang baik optimal bagi semua pihak," jelas Dileep. (dro/ddn)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bakrie Siap Bayar Seluruh Utang Akhir Tahun 2008
- Updated
Northstar Ambil Alih Utang Bakrie ke Odickson US$ 575 Juta - Bakrie Mungkin Lepas 20-25% Saham BUMI ke Northstar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



