Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 03/12/2008 18:24 WIB
PLN Kantongi Pinjaman US$ 262 Juta untuk PLTU Rembang
Alih Istik Wahyuni - detikFinance


Foto: PLN
Jakarta - PT PLN (persero) resmi mengantongi kredit senilai US$ 262 juta untuk pembangunan PLTU Rembang 2x315 MW. Penandatanganan dilakukan hari ini, Rabu (3/12/2008) di Beijing, China.

Dalam keterangan persnya, Manajer Komunikasi Korporat PLN, Ario Subijoko menjelaskan pinjaman ini diperoleh dari konsorsium China Development Bank (CDB) dan Barclays.

"Pinjaman ini merupakan hasil yang signifikan dalam Fast Track Program PLN, setelah terselesaikannya tiga fasilitas buyer credit yang ditandatangani pada bulan Januari dan Mei 2008 untuk mendanai porsi US dolar proyek Paiton, Suralaya dan Indramayu, dan berbagai perjanjian pinjaman rupiah yang diteken April dan Juli 2008," katanya dalam keterangan pers, Rabu (3/12/2008).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar didampingi Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo, Wakil Gubernur China Development Bank Cai Huaxiang dan Managing Director & Head of IBD Asia Pacific Barclays Darcy Lai.

Pinjaman ini akan mendanai 85% porsi US dollar untuk kebutuhan proyek PLTU Rembang. Dengan penandatanganan hari ini, maka lengkaplah pembiayaan untuk PLTU Rembang. Sebelumnya PLN juga sudah mendapat pinjaman dari konsorsium lokal yang dipimpin oleh Bank Mandiri dan ditandatangani pada bulan April lalu.

Pada pinjaman berbasis komersial kali ini, pendanaan akan di berikan bersama-sama oleh CDB dan Barclays, sedangkan Bank of China bertindak sebagai Facility Agent. Sama dengan pinjaman-pinjaman sebelumnya dalam rangka 10.000 MW, Departemen Keuangan memberikan jaminan kepada para kreditur.

Norton Rose, Hadiputranto Hadinoto & Partners dan HSBC merupakan konsultan-konsultan PLN dalam terselesaikannya pinjaman ini.

Fasilitas kredit ini diberikan selama 12 tahun door-to-door termasuk grace period sampai 2 tahun. Pinjaman yang berbasis LIBOR ini bertenor lebih panjang dari apa yang tersedia di pasar pinjaman komersial.

"Ini merupakan bukti dukungan penuh yang diberikan oleh pasar finansial internasional dan komitmen penuh pemerintah Indonesia dalam mendukung Fast Track Program," katanya.

Pembangunan PLTU Rembang yang berlokasi di Jawa Tengah saat ini berjalan sesuai jadwal dan direncanakan untuk mulai beroperasi pada September 2009. Pencairan pinjaman diharapkan dapat mulai dilakukan pada bulan Desember 2008.

Dengan penandatanganan hari ini maka tiga proyek utama program 10.000 MW di sistem kelistrikan Jawa-Bali sudah mendapat kepastian pendanaan penuh, baik untuk rupiah maupun dolar. Ketiganya adalah PLTU Labuan (2x315 MW), Indramayu (3x330 MW) dan Rembang (2x315 MW.
(lih/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).