Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Rabu, 03/12/2008 19:30 WIB
Mobile-8 Tak Punya Dana Bayar Obligasi, Siapkan Restrukturisasi
Indro Bagus SU - detikFinance

"Kita sekarang sedang dalam diskusi intensif dengan para pemegang obligasi. Kita minta restukturisasi, bentuknya kemungkinan perpanjangan jatuh tempo, tapi hasil pastinya masih menunggu negosiasi nanti," jelas Head of Corporate Communications FREN, Yolanda Nainggolan saat dikonfirmasi detikFinance, Rabu (3/12/2008).
Obligasi US$ 100 juta itu sendiri seharusnya jatuh tempo pada tahun 2013. Namun menurut Yolanda karena Mobile-8 tidak dapat melakukan penawaran tender setelah terjadinya pergantian pemegang saham pengendali, maka DB Trustee sebagai pihak kreditor obligasi tersebut menyatakan obligasi itu gagal bayar .
DB Trustee selanjutnya meminta Mobile-8 membayar seluruh obligasi 14 hari kerja setelah 26 November. Dengan demikian, utang obligasi itu akan jatuh tempo pada 16 Desember mendatang. Ia menegaskan, kepastian negosiasi ini yang jelas harus diperoleh sebelum 16 Desember.
Kenapa harus direstrukturisasi? "Karena untuk saat ini kita memang tidak punya dana untuk membayar obligasi itu saat ini," jelasnya.
Pada Oktober lalu, Perusahaan multimedia PT Global Mediacom Tbk (BMTR) milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo, kembali menjual 22,79% kepemilikan sahamnya di PT Mobile-8.
Dan pada hari ini, lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services memangkas peringkat perusahaan telekomunikasi, PT Mobile-8 Telecom Tbk menjadi default (gagal bayar) dengan peringkat 'D'.
Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham. (qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- S&P: Peringkat Mobile-8 Default
- Laba Perusahaan Hary Tanoe Triwulan III-2008 Turun
- Mobile-8 Terseret Kebangkrutan Lehman Brothers
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



