Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas -
Sabtu, 20/03/2010 11:17 WIB
RI Belum Butuh Modal Asing Untuk Bangun Menara Telekomunikasi -
Sabtu, 20/03/2010 10:55 WIB
Bisnis Minimarket Tetap Tertutup Untuk Asing
Indeks Berita
Senin, 15/12/2008 11:40 WIB
Antara Elpiji dan Ketagihan Pacaran
Suhendra - detikFinance

Foto: Alih Istik/detikFinance
Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro disela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (15/12/2008).
"Elpiji ini, kenapa sampai langka karena masyarakat sudah seperti orang pacaran. Sekali sudah senang, jadinya terus-terusan deh," katanya sambil tertawa.
Dalam pemakaian elpiji, masyarakat yang sudah menggunakan elpiji rupanya ketagihan atas keunggulan-keunggulan elpiji. Memakai elpiji ternyata lebih praktis, lebih murah dan tidak 'cemong-cemong' alias lebih bersih.
"Masyarakat ini sudah ketagihan elpiji, dan itu itu di luar perkiraan," katanya.
Karena masyarakat jadi lebih senang pakai elpiji inilah, pemerintah mengklaim permintaan elpiji meningkat hingga enam kali lipat hingga di luar perkiraan. Akibatnya, infrastruktur pendukung pun kedodoran melayani kenaikan permintaan ini.
"Karena masalah infrastruktur juga (menyebabkan kelangkaan) yang butuh dibangun 2-3 tahun ke depan. Karena suplai terbatas, demand besar. Makanya kita himbau jangan lah panic buying," katanya.
Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan menjelaskan, pihaknya akan segera meningkatkan kapasitas elpiji depo Plumpang dari saat ini 60.000 ton menjadi 100.000 ton.
"Tapi itu butuh beberapa bulan," katanya.
(lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Orang Kaya Kok Ikutan Pakai Elpiji Murah 3 Kg?
- Disparitas Harga Elpiji Picu Penyimpangan
- Menteri ESDM: Infrastruktur Elpiji Kedodoran
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



