Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Senin, 05/01/2009 10:51 WIB
BEI 2009: Membangun Kepercayaan di Tengah Gejolak Pasar
Wahyu Daniel, Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: dok Depkeu
"Tema pembukaan saham tahun ini adalah 'Building Confidence in Global Market Turbulence'. Pada 30 Desember lalu, kita tutup bursa dengan tema 'Surviving in Global Markets Turbulence' meskipun minus 50%," jelas Plt Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati.
Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka perdagangan saham 2009 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (5/1/2009). Presiden SBY sebelumnya telah memencet bel tanda permulaan perdagangan saham.
Menurut Sri Mulyani, pasar modal mengalami guncangan yang besar dan pada kuartal terakhir mengalami akselerasi karena pasar global. IHSG dan kapitalisasi pasar modal Indonesia bahkan turun hingga 50%.
"Penurunan IHSG ini bukan yang terburuk, kita tidak termasuk dalam kelompok 20 bursa saham terburuk. Kami bersama lembaga-lembaga terkait seperti BI terus melakukan kerjasama untuk mengantisipasi guncangan yang berlanjut di 2009. Dari berbagai antisipasi yang kita lakukan ada peningkatan yang terjadi," ujarnya.
Berbagai peningkatan itu adalah:
- Nilai transaksi harian naik meski hanya 4% dari Rp 4,27 triliun menjadi Rp 4,45 triliun per hari. Namun pada kuartal IV lebih turun lagi menjadi hanya Rp 2 triliun.
- Nilai emisi sahan naik 38% menjadi Rp 23,7 triliun.
- Rights issue meningkat 86% dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 55,5 triliun.
- Unit penyertaan reksa dana meningkat 14,78% dari Rp 53,9 miliar menjadi Rp 61,8 miliar meskipun Nilai Aktiva Bersihnya turun dari Rp 91,5 triliun menjadi Rp 74,35 triliun.
"Penurunan NAB ini dikarenakan penurunan harga efek secara umum. Hanya sedikit karena redemption," jelas Sri Mulyani.
"Tantangan 2008 memang tidak mudah dan yang akan kita hadapi di 2009 juga tidak lebih ringan. Kita selalu tingkatkan kerjasama dengan para pelaku pasar modal untuk peningkatan industri pasar modal di tahun ini. Dan saya sangat bahagia presiden tetap bersama kami hari ini meskipun bursa turun 50%. Tahun kemarin (2007) kan bursa naik 50%," pungkas Sri Mulyani.
(qom/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- SBY: Hadapi Krisis Jangan Kecil Hati
- BEI Masih Larang Short Selling Hingga Januari 2009
- Aturan IPO Baru Berlaku Januari 2009, Masa Penawaran Minimal 1 Hari
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




