Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 11:37 WIB
Direktur XL Mengundurkan Diri -
Jumat, 19/03/2010 11:20 WIB
Abdi Bangsa Incar Bisnis Distribusi Media -
Jumat, 19/03/2010 10:58 WIB
Gajah Tunggal Cetak Laba Rp 905,33 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 10:21 WIB
Laba Indocement Melejit 57,36% -
Jumat, 19/03/2010 09:49 WIB
Aksi Jual Berlanjut, IHSG - Rupiah Memerah Lagi -
Jumat, 19/03/2010 09:37 WIB
Market Flash eTrading
Indeks Berita
Selasa, 06/01/2009 06:56 WIB
Wall Street Tergelincir, Minyak Terus Dekati US$ 50
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Pada perdagangan Senin (5/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 81,80 poin (0,91%) ke level 8.952,89. Indeks Standard & Poor's 500 turun 4,35 poin (0,47%) ke level 927,45 dan Nasdaq melemah 4,18 poin (0,26%) ke level 1.628,03.
Saham-saham teknologi mengalami penurunan tajam setelah Bernstein Research menurunkan peringkat Verizon Communications Inc dan AT&T.
Saham kedua perusahaan telekomunikasi itu dinilai 'terlalu jauh dan terlalu cepat' karena diperkirakan pertumbuhan wireless lebih lambat sekaligus lingkungan perekonomian yang tidak mendukung. Saham Verizon turun hingga 6,2%, AT&T turun 3,4%.
Sektor finansial juga mengalami penurunan tajam setelah Deutsche Bank memangkas proyeksi pendapatan 16 bank komersial besar, termasuk JPMorgan Chase & Co. Saham JPMorgan anjlok hingga 7%.
Penurunan saham-saham kali ini sekaligus membalikkan penguatan tajam hingga 6% sepanjang perdagangan pekan sebelumnya. Penguatan itu terjadi karena investor berharap adanya recovery setelah Wall Street memiliki kinerja terburuk sejak Great Depression.
"Akan ada sedikit tekanan di pasar karena performa 6 atau 7 pekan yang lalu," ujar Peter Kenny, managing director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/1/2009).
Perdagangan saham tercatat belum terlalu semarak. Di New York Stock Exchange, transaksi hanya 1,3 miliar dan di Nasdaq hanya 1,79 miliar.
Harga Minyak Melonjak Terus
Sementara harga minyak mentah dunia juga tercatat kembali menanjak seiring konflik di jalur Gaza yang tak kunjung reda.
Kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Februari tercatat naik 2,47 dolar ke level US$ 48,81 per barel. Sementara minyak jenis Brent North Sea juga naik 2,71 dolar ke level US$ 49,62 per barel. (qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- IHSG Meroket 81 Poin di Awal Tahun
- Pelaku Pasar Modal Minta Insentif Fiskal dan Moneter
- Sesi Siang
Rupiah dan IHSG Menawan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




