Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Rabu, 07/01/2009 19:10 WIB
Jumlah Koperasi Bertambah 126 Unit di 2008
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok Detikcom
Demikian disampaikan Menteri Koperasi UKM Suryadharma Ali dalam Evaluasi Program 2008 dan Rencana Program 2009 Kementerian Koperasi dan UKM, di Gedung Departemen Koperasi dan UKM, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/1/2009).
"Sehingga saat ini total koperasi primer tingkat nasional mencapai 873 unit dan koperasi sekunder menjadi 165 unit. Sedangkan jumlah koperasi seluruh Indonesia sebanyak 149.793 koperasi," jelas suryadharma.
Selain itu, dari hasil klasifikasi dan peringkatan, jumlah koperasi berkualitas di tahun 2008 mencapai 42.267 koperasi.
"Dimana pada tahun 2007 sebanyak 41.381 koperasi yang berkualitas sehingga terjadi peningkatan koperasi berkualitas sebanyak 886 koperasi," jelasnya.
Dalam rangka penataan badan hukum koperasi, tambah Suryadharma, selama tahun 2008 Kemenkop dan UKM telah menyeleksi 3.866 koperasi yang memenuhi persyaratan untuk diumumkan dalam berita negara.
Sementara itu, Suryadharma menjelaskan dari anggaran APBN tahun 2008 Kemenkop dan UKM sebesar Rp 1,098 triliun telah direaliasikan sebesar Rp 940,95 miliar (85,65 %) sehingga Sisa lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) senilai Rp 157,31 miliar terdiri dari penghematan Rp 60,3 miliar dan lain-lain Rp 97,01 miliar.
"Angka itu berasal cadangan untuk pembayaran gaji kan itu tidak terpakai semuanya karena ada asumsi kenaikan gaji dan asumsi kenaikan penggunaan lain-lain dalam anggaran kami dan itu tidak terpakai serta penghematan belanja barang," paparnya. (epi/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Depkeu Beri Dua Opsi Pencairan Dana Bergulir
- Jangan Remehkan Koperasi
- SBY: Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran? Bantu Koperasi
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



