Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Jumat, 16/01/2009 17:58 WIB
Asia Natural Resources Siapkan Capex US$ 5 Juta
Indro Bagus SU - detikFinance

Foto: dok Adaro
"Tahun ini ASIA menganggarkan capex sebesar US$ 5 juta,” ujar Direktur & Corporate Secretary ASIA, Stanislaus Say dalam siaran persnya, Jumat (16/1/2009).
Stanislaus mengatakan PT Tekonindo merupakan anak usaha yang baru selesai diakusisi dan diharapkan bisa mulai beroperasi awal semester II-2009.
"ASIA baru saja mengakuisisi 65% saham Tekonindo, kami harap Tekonindo akan mulai beroperasi pada awal semester kedua 2009 ini," ujarnya.
PT Tekonindo mempunyai lahan eksplorasi seluas 3.335 hektar (Ha) di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil uji eksplorasi, tambang tersebut memiliki cadangan nikel 4,7 juta ton dengan kadar nikel 1,39% dari area eksplorasi seluas 37,2 Ha atau sekitar 1,11% dari total area izin eksplorasi.
"Untuk yang pembiayaan di Tekonindo akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan aktivitas pertambangan yang lain mungkin dengan akuisisi ataupun kerjasama dengan pertambangan lain," jelasnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan permasalahan utama yang dihadapi perseroan selama beberapa tahun terakhir, terutama terkait dengan penyelesaian utang kepada Cargill yang berdampak pada terhentinya aktivitas utama operasional perseroan.
"Kami telah telah berhasil mencapai kesepakatan pelunasan sebesar US$ 7,7 juta dikonversi menjadi saham sebanyak 829.500.910 lembar dan restrukturiasi hutang tersebut telah memperoleh persetujuan oleh pemegang saham pada 12 Mei 2008," tuturnya.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kata Stanislaus, terhitung sejak triwulan II-2008 perseroan kembali aktif menjalankan aktivitas perdagangan komoditi sesuai bidang usaha utama. Hingga September 2008, dari aktivitas perdagangan komoditi hasil tambang, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 72,60 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 2,20 miliar.
"Kami telah menyelesaikan seluruh permasalahan yang menimbulkan keraguan atas kelangsungan usaha kami, sebagaimana yang menyebabkan BEI melakukan suspensi
sejak 12 Maret 2006," tandasnya.
(dro/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Jasa Marga Siapkan Capex Rp 4,5 Triliun di 2009
- Bursa Saham Asia Berkibar
- BEJ Ancam Depak Asia Grain
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



