Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Sabtu, 31/01/2009 17:41 WIB
Forum Ekonomi Davos yang Kelam
Irna Gustia - detikFinance

(Foto: Reuters)
BBCNews menulis, suramnya ekonomi dunia saat ini yang dilanda krisis finansial global membuat WEF tidak lagi menjadi sorotan pelaku pasar. Padahal biasanya pelaku ekonomi dunia datang jauh-jauh untuk mengikuti forum ini untuk membicarakan merger, akuisisi atau lompatan-lompatan bisnis lainnya.
WEF yang bertema 'Shaping the Post-Crisis World' diikuti hampir 2.000 pimpinan bisnis dan politik dan berlangsung sejak 28 Januari - 1 Februari 2009.
Beberapa pemimpin dunia sudah berbicara seperti Perdana Menteri China Wen Jiabao, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, pemimpin WTO Pascal Lamy. Pembicaraannya masih seputar penanganan krisis finansial.
BBCNews menulis hingga hari kedua, pembicaraan masih seputar itu lagi-itu lagi dan kebanyakan yang hadir di Davos pun sebenarnya merasa tidak enak karena sudah berkomitmen hadir.
Pemimpin bisnis di Wall Street malah banyak yang tidak hadir dan memilih membereskan masalah di kantornya masing-masing. Tapi masih terlihat Bill Gates pemilik Microsoft yang ikut menjadi pembicara.
Sedangkan eksekutif Airbus Tom Enders mengatakan perseroan tidak memerlukan bailout dan optismitis masih bisa bertahan di era krisis ini. Sedangkan pesaingnya Boeing telah mengumumkan untuk mem-PHK 5.000 karyawannya.
Forum Davos baru ramai setelah Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan marah-marah karena pidato yang disampaikan Presiden Israel Shimon Peres.
Dalam pidatonya, Peres bersikeras bahwa Israel terpaksa melancarkan serangan ofensif terhadap Hamas dikarenakan ribuan roket dan mortir yang ditembakkan Hamas ke Israel. Erdogan meninggalkan forum karena tidak merasa diberi kesempatan berbicara oleh moderator.
Sementara pada Sabtu ini, (31/1/2009) Perdana Menteri Jermal Angela Merkel mengusulkan dibentuknya dewan ekonomi di PBB seperti halnya dewan keamanan yang ada di PBB.
Dalam pidatonya Merkel mengatakan masalah-masalah ekonomi saat ini perlu dimasukkan dalam suatu piagam untuk penanganannya.
WEF yang didirikan oleh Klaus Schwab masih belum menutup kesimpulan namun diduga tidak akan ada suatu yang mengejutkan dari hasil pertemuan ini selain pengulangan yang sudah dibahas dalam forum-forum sebelumnya di tahun 2008.
Para pemimpin bisnis dan pemerintah kini lebih sibuk mengurusi dapurnya masing-masing untuk menjaga agar tidak terseret krisis yang berkepanjangan. Sampai-sampai Presiden AS Barack Obama memilih menyelesaikan paket stimulus ekonominya ketimbang menghadiri forum Davos.
(ir/ir)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



