Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 13:58 WIB
Sri Mulyani Berharap Tiap Minggu Ada Pemusnahan Miras Ilegal -
Kamis, 11/03/2010 07:54 WIB
4 Wakil Indonesia dalam Daftar Orang Terkaya Dunia -
Rabu, 10/03/2010 13:07 WIB
Sri Mulyani Masuk Jajaran '8 Wanita Berpengaruh Asia' -
Senin, 08/03/2010 11:15 WIB
Sri Mulyani 'Diserang' di UI -
Jumat, 05/03/2010 13:50 WIB
Burhanuddin Abdullah Bebas Bersyarat -
Kamis, 04/03/2010 11:43 WIB
Hatta Rajasa Kelupaan Bawa Istri
Indeks Berita
Minggu, 15/02/2009 12:01 WIB
Fahmi Idris Pakai Sepatu Cibaduyut
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

(foto: Suhendra)
"Sepatu ini buatan dalam negeri. Made in Cibaduyut," ujar Fahmi di sela-sela mengunjungi stand-stand sepatu di Pameran alas kaki, kulit dan produk kulit Indonesia 2009, di Gedung JHCC, Jakarta, Minggu (15/2/2009).
Aksi itu dilakukan untuk menanggapi tantangan wartawan yang meminta Fahmi menunjukkan merek sepatu yang sedang digunakan olehnya. Dalam acara tersebut, Fahmi baru saja mengumandangkan akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang kewajiban menggunakan produksi dalam negeri.
Kontan saja, wartawan yang hadir iseng menantang Fahmi menunjukkan sepatu miliknya, untuk mengetahui apakah Fahmi juga menggunakan sepatu dalam negeri. Rupanya Fahmi dengan penuh percaya diri menunjukkan sepatu miliknya untuk membuktikan kalau ia menggunakan sepatu buatan dalam negeri.
"Saya beli di Cibaduyut. Mereknya Garue, singkatan Garut euy. Yang bikin orang Garut. Namanya Haji Hasan. Ada beberapa sepatu wanita dan pria pakai merk Gareu. harganya murah dan enak dipakai," ujarnya sambil berpromosi.
Pada kesempatan yang sama, Fahmi mengatakan produk-produk yang dipamerkan dalam acara ini kebanyakan diekspor keluar negeri."Kalau keluar negeri jangan salah karena yang dibeli disana bisa saja produk dalam negeri . Misalnya, Fortune menjual 60 uero, tidak sampai Rp 1 juta kan, padahal kalau di luar negeri harga 300-400 uero itu Rp 6 juta, siapa yang mau beli disini." ujarnya. (dro/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



