Berita Lain
-
Kamis, 09/09/2010 13:08 WIB
Belanja Ritel Modern Tembus Rp 100 Triliun di 2010 -
Kamis, 09/09/2010 11:47 WIB
Pemerintah Tinjau Ulang Kucuran ke Merpati Rp 310 Miliar -
Rabu, 08/09/2010 21:29 WIB
SBY Jaga Harga Pangan Tak Naik Drastis -
Rabu, 08/09/2010 19:09 WIB
Pemerintah Hanya Bisa Imbau Masyarakat Tak Gunakan BBM Subsidi -
Rabu, 08/09/2010 18:02 WIB
PT Berdikari Jadi Cikal Bakal BUMN Peternakan -
Rabu, 08/09/2010 17:18 WIB
Dino Patti Djalal Mundur Dari Danareksa
Indeks Berita
Jumat, 06/03/2009 09:15 WIB
Ekspor Makanan & Minuman Anjlok Dalam 3 Bulan Berturut-turut
Wahyu Daniel - detikFinance

(Foto: dok detikcom)
Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai ekspor produk makanan dan minuman pada November, Desember 2008 dan Januari 2009 adalah US$ 1,120 miliar, US$ 862 juta dan US$ 405 juta.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan mengatakan suku bunga pembiayaan ekspor untuk produk makanan diharapkan bisa turun sejalan dengan penurunan BI Rate.
"Untuk membantu ekspor, kita berharap bunga pembiayaan ekspor dapat diturunkan, kalau BI Rate sudah 7,75% mengapa pembiayaan ekspor tidak diturunkan?," katanya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (5/3/2009).
Saat ini dikatakan Thomas, suku bunga pembiayaan ekspor masih berkisar antara 13%-14%. "Kita tidak bisa berharap dapat subsidi pembiayaan ekspor tapi setidaknya bunga pembiayaan ekspor bisa disesuaikan dengan penurunan BI Rate," imbuhnya.
Selain dukungan pembiayaan, pemerintah juga diminta mengizinkan kemudahan impor bahan baku untuk produk makanan dan minuman yang mempunyai kompetensi baik.
"Eksportir kita butuh banyak gula kualitas bagus, untuk bikin gula kualitas bagus kita butuh impor tebu. Bisa tidak kita impor bahan baku gula," katanya.
Untuk dalam negeri sendiri, Thomas mengatakan permintaan produk makanan dan minuman masih cukup tinggi meskipun di tengah krisis yang terjadi.
(dnl/ir)
GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Depdag: Ekspor Beras Premium Setelah April 2009
- L/C Hanya Wajib untuk Pertambangan, Timah dan CPO
- Pertumbuhan Ekspor RI 2009 Terancam Negatif
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).









---125x125.gif)
