Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 18:01 WIB
Turki Lihai Kenakan Anti-Dumping Untuk Indonesia -
Jumat, 19/03/2010 17:46 WIB
Pemerintah Tak Sanggup Biayai Infrastruktur Sendirian -
Jumat, 19/03/2010 17:18 WIB
Pertamina Tetap Ngotot Impor Minyak Lewat Trader -
Jumat, 19/03/2010 15:56 WIB
DEN Rekomendasikan Kenaikan Harga Jual Listrik Swasta -
Jumat, 19/03/2010 15:29 WIB
Boediono: Jam Operasi Supermarket Tak Akan Dibatasi -
Jumat, 19/03/2010 15:17 WIB
Boediono Pimpin Komite Pengawas Anggaran Pendidikan
Indeks Berita
Jumat, 29/05/2009 15:38 WIB
PKS: Tidak Mungkin SBY-Boediono Antek Asing
Elvan Dany Sutrisno - detikFinance

Foto: dok Detikcom
"Tidak mungkin SBY-Boediono menjadi antek-antek asing dan itu terlalu dilebih-lebihkan, saya tidak melihat itu dalam sosok Pak SBY dan Pak Boediono," tutur Ketua DPP PKS, Zulkieflimansyah, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).
Zul, demikian Zulkieflimansyah disapa, kemudian "membela" dua ekonom yang melekat erat dengan capres usungan PD, SBY. Menurutnya keduanya sudah bertindak normal dengan memainkan pertumbuhan pasar.
"Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani seperti itu ya memang diajari begitu, pasar menjadi sumber kehidupan rakyat kecil. Kebetulan ada keberhasilan mereka, kalau jadi ada pikiran jelek, memang politikus senior pemikirannya begitu," tutur Zul.
Zul kemudian mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak melihat mekanisme pasar sebagai neoliberalisme. Menurutnya semua kebijakan pemerintah kedepan
untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
"Tidak percaya begitu saja dengan mekanisme pasar, jangan latah bahwa semua yang bermekanisme pasar itu kelitu," tutur Zul.
"Tidak dapat dijelaskan juga apabila ekonomi kerakyatan bebas dari mekanisme pasar," imbuhnya.
Zul kemudian menyampaikan harapannya agar semua pihak tidak terus memunculkan isu neoliberalisme menjelang pilpres. Menurutnya banyak hal lain
yang harus diselesaikan.
"Dialog tentang neolib bisa kita minimalisir dan mengedepankan obyektif dan proporsionalitasa," tegasnya.
(aan/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (38 Komentar)
Baca juga :
- Faisal Basri : Privatisasi Tidak Berarti Neoliberal
- Rizal Ramli : 4 Tahun Lalu Neolib Malu-malu
- Rizal Ramli: BLT Seperti 'Tensoplast'
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



