Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Jumat, 19/06/2009 15:35 WIB
Puluhan Triliun Uang Negara di Rekening Liar Diselamatkan
Luhur Hertanto - detikFinance

Foto: Setpres
Demikian kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya membuka rakernas Persatuan Wredatama RI (PWRI) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
"Ada 39.477 rekening liar berhasil kita tertibkan. Nilainya sekitar Rp 35,9 triliun ditambah US$ 237 juta. Uang sebesar itu bayangkan kalau uangnya tidak tertib. Siluman," ujar SBY.
Penertiban juga diterapkan pada aset kekayaan milik negara. Seluruh aset harus sekarang harus jelas siapa yang jadi pengelolanya, bagaimana dengan pelaporannya, dan untuk keperluan apa saja pemanfaatan hasilnya.
"Tidak boleh lembaga buka rekening yang tidak tercacat, keuangan milik lembaga negara harus tertib. Aset negara harus dipertanggungjawabkan dan dilaporkan tiap tahun," imbuhnya.
Langkah penertiban yang berjalan 3 tahun tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah kepada rakyat yang telah memilihnya. Pemerintahan yang bertanggungjawab juga tidak KKN, terbuka, responsif dan punya kemampuan menjalankan tugasnya.
"Rakyat harus tahu apa saja yang pemerintah lakukan. Apalagi presiden, gubernur dan bupati dipilih langsung oleh rakyat," sambung SBY.
(lh/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- 260 Rekening Liar K/L Terindikasi Korupsi
- Depkeu dan KPK Bentuk Tim Investigasi Rekening Liar
- MenkumHAM Akui 66 Rekening Liar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



