Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 17:21 WIB
Indocement Bidik Pertumbuhan Penjualan 6% di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 17:19 WIB
Recapital Siap Eksekusi Rights Issue Bank Eksekutif Hingga Rp 500 M -
Jumat, 19/03/2010 16:55 WIB
Ubah Skema Akuisisi Bank Eksekutif, Recapital Cs Taruh Deposito Rp 180 M -
Jumat, 19/03/2010 16:48 WIB
Indocement Bangun PLTU Senilai US$ 150 Juta -
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar
Indeks Berita
Rabu, 01/07/2009 11:16 WIB
Rekomendasi Saham
Farallon Menahan, Netral untuk BCA
Nurul Qomariyah - detikFinance
Saham BCA pada Rabu (1/7/2009) tercatat naik tipis Rp 25 menjadi Rp 3.550. Berikut ulasan CIMB-GK Securities untuk saham BCA:
Private placement pada 4% saham BBCA baru baru ini berbeda dari placement yang terjadi pada BDMN menurut pandangan kami. Placement BDMN tidak dilakukan oleh pemegang saham pengendali, sehingga saham BDMN kembali rebound 27% setelah placement.
Sementara placement BBCA Rp 3.4 triliun pada 10% discount tidak dilakukan oleh konsosium Farindo (gabungan Farallon dan Djarum) sehingga valuasi terlihat terlampau tinggi.
Kami percaya BBCA akhirnya akan dijual karena beberapa alasan berikut:
1. Djarum group diketahui tidak memiliki keahlian mengurus perbankan, sehingga mengurus BBCA kedepannya akan banyak tantangan daripada 5 tahun terakhir karena kompetisi yang meningkat.
2. Indonesia sangat menarik perhatian institusi asing, yang mungkin akan melakukan penawaran yang sulit ditolak bagi Djarum group. Perlu dicatat bahwa Djarum sebelumnya juga pernah memiliki Bank Haga & Hagakita yang kemudian dijual kepada Rabobank.
Penjualan mungkin tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena kondisi pasar modal tidak dalam kondisi optimal, sehingga premium valuasi tidak terlalu tinggi. Penjualan saham oleh Farallon mendukung pandangan bahwa major sale tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
BBCA memiliki deposito dan dana murah, yang tidak sensitif terhadap suku bunga dan portofolio obligasi dengan bunga mengambang. NIM dari BBCA berkorelasi positif dengan pergerakan SBI, berbeda dari pesaingnya.
Harga saham BBCA pun berkorelasi positif dengan perubahan SBI, dan artinya sahamnya tidak akan outperform sektor perbankan ditengah kondisi turunnya suku bunga saat ini.
Target & Valuasi
Kami masih mempertahankan rating NEUTRAL untuk Bank Central Asia (BBCA) dengan target harga belum berubah di Rp3 600, menggunakan metode DDM (discount rate 16.4%) karena melihat kurangnya katalis.
Saham BDMN berhasil naik 27% setelah placement 2% sahamnya pada 8.4% discount, namun bukan oleh pemegang saham pengendali, sehingga kami percaya hal ini tidak akan terjadi pada BBCA atas placement 4% sahamnya senilai Rp3.4 triliun pada 10% discount yang dilakukan oleh Farallon.
Sementara itu, saham BBCA biasanya outperform pada kondisi kenaikan suku bunga, dan underperform disaat bunga dalam trend menurun.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Ulasan Pasar Sucorinvest
- Rekomendasi Saham
Pemulihan Konstruksi Untungkan ACES - Rekomendasi Saham
4 Saham Pilihan di Tengah Geliat Infrastruktur
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



