Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 10:23 WIB
Dana Asing Terus Banjiri Surat Utang pemerintah -
Jumat, 19/03/2010 17:30 WIB
Bank Eksekutif Write Off Kredit Macet Rp 250 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi
Indeks Berita
Kamis, 02/07/2009 13:43 WIB
Perbankan Harus Kembali ke Produk Konvensional
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Direktur Treasury Bank Negara Indonesia (BNI) Bien Subiantoro mengatakan saat ini perbankan harus kembali kepada produk-produk dasar guna mengurangi risiko yang akan dihadapi bank.
"Perbankan tidak main surat berharga ataupun produk yang dijual turun-temurun seperti produk-produk yang bersifat spekulatif," ujarnya di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (02/07/2009).
Bien mengatakan, Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang baru saja dirilis memang akan mengatur ketat penjualan produk-produk derivatif oleh perbankan. "Sehingga dengan adanya PBI ini, peraturan ketat akan mendampingi produk baru seperti structured product ," tuturnya.
Dijelaskan Bien, di BNI sendiri sebelum terjadi krisis pihaknya telah menarik produk tersebut. "Kita sudah kembalikan menjadi back to basic , jadi praktis eksposure structured product sudah tidak ada di BNI," kata Bien.
Bank Indonesia (BI) dalam PBI Nomor : 11/26/ PBI / 2009 tentang Prinsip Kehati-hatian Dalam Melaksanakan Kegiatan Structured Product Bagi Bank Umum yang mulai berlaku 1 Juli 2009, mewajibkan perbankan untuk mengantongi izin terlebih dahulu sebelum mengeluarkan structured product . Ketentuan ini dikeluarkan di tengah instrumen keuangan yang semakin tinggi kompleksitasnya.
Pesatnya inovasi terhadap bentuk maupun struktur instrumen keuangan yang memiliki kompleksitas tinggi, terutama dalam bentuk structured product , dapat berakibat meningkatnya risiko yang dihadapi oleh bank.
Di lain pihak aspek transparansi terkait structured product kepada nasabah juga perlu ditingkatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
(dru/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BI Gandeng Bapepam Susun Aturan Produk Offshore
- BI Revisi Aturan Transaksi Valas
- Bank Diminta Beri Fasilitas Pendamping Derivatif
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



