Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 02/07/2009 21:37 WIB
PGN Belum Tahu akan 'Bercerai' dengan Pertamina di Proyek LNG
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Hal ini disampaikan Corporate Secretary PGN, Wahid Sutopo dalam pesan singkatnya, Kamis (2/6/2009).
"Sampai saat ini kita masih mengacu pada HoA yang disepakati pada tanggal 17 April 2009 mengenai pembentukan perusahaan LNG Receiving Terminal," ujar Wahid.
Wahid menjelaskan saat ini konsorsium tersebut tengah fokus pembangunan LNG Receiving Terminal di wilayah Jawa Bagian Barat.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyatakan perceraian tersebut terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan 2 terminal floating LNG tersebut. Rencananya Pertamina membangun terminal floating LNG di Jawa bagian barat, sedangkan PGN bangun di Sumatera Utara.
"Yang terakhir dari rapat itu, kita akan konsentrasi membangun yang di Jawa. PGN akan konsentrasi membangun yang di Sumatera Utara. Jadi satu-satu," jelasnya.
Menurut Karen, alasan diambilnya keputusan tersebut yaitu untuk mempercepat proses pembangunannya. Sebab sebelumnya, Pertamina dan PGN diminta untuk mengerjakan selama 3 tahun sampai on stream, namun pemerintah meminta untuk dipercepat menjadi 2 tahun.
"Karena ini disuruh cepat, maka leadnya sendiri-sendiri. Tapi at the end, boleh saling berkontribusi," ungkapnya.
Adapun kapasitas LNG Floating Terminal di Jawa tersebut, lanjut Karen, sekitar 200-400 mmscfd.
"Tetapi kalau yang di Sumatera Utara lebih sedikit sekitar 100 MMSCFD hingga 150 MMSCFD," katanya.
(epi/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Pertamina Serap DME 1,7 Juta Ton per Tahun
- Pertamina dan PGN 'Cerai' di Proyek Terminal LNG
- Pertamina Ikut Tender Ulang Ladang Migas di Irak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



