Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 5 Poin Dalam Volatilitas Tinggi -
Jumat, 19/03/2010 16:02 WIB
BTPN Terbitkan Obligasi Rp 750 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 14:42 WIB
Terjun Bebas 72,15% Dalam 5 Hari, Saham CLPI Masuk UMA -
Jumat, 19/03/2010 13:08 WIB
XL Axiata Bidik Pendapatan Rp 15,9 Triliun di 2010 -
Jumat, 19/03/2010 11:40 WIB
IHSG Rebound Cetak 17 Poin -
Jumat, 19/03/2010 11:37 WIB
Direktur XL Mengundurkan Diri
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 13:58 WIB
Pengguna Investor Area Baru 150 Orang
Indro Bagus SU - detikFinance

Nurhaida (Foto: dok detikFinance)
"Sejauh ini investor yang menggunakan fasilitas ini baru sekitar 150 investor," ujar Kepala Biro Transaksi & Lembaga Efek Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Sistem investor area merupakan fasilitas yang diberikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Fasilitas ini memungkinkan investor yang sudah memiliki subrekening (subaccount) di KSEI melakukan pengecekan secara langsung atas saldo efeknya masing-masing.
Fasilitas investor area merupakan upaya mencegah tangan-tangan nakal sekuritas yang kadang suka memperdagangkan saldo efek nasabah tanpa sepengetahuan nasabah.
Dengan fasilitas ini, investor bisa melihat secara langsung perpindahan efek miliknya secara mendetil per transaksi yang terjadi.
Sistem ini diluncurkan pada 17 Juni 2009. Namun rupanya realisasi penggunaan fasilitas ini jauh dari harapan. Betapa tidak, jumlah investor di BEI saat ini sebanyak 329 ribu investor, sedangkan yang menggunakan fasilitas in baru 150 investor atau sekitar 0,045% saja.
"Kita sudah tanyakan ke KSEI, katanya sekuritas sudah mengumumkan ke para nasabahnya. Mungkin perlu sosialisasi lagi," ujar Nurhaida.
(dro/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Demutualisasi BEI Tidak Prioritaskan Asing
- Demutualisasi, Pemerintah Bisa Miliki Saham BEI
- Acuhkan AEI, BEI Tetap Wajibkan Dividen
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




