Forum Finance
- Turki Lihai Kenakan Anti-... pitulas
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Sabtu, 04/07/2009 15:40 WIB
Garuda Baru Bisa Terbang ke Eropa Tahun 2010
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok Garuda
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Sabtu (4/7/2009).
"Secara teknis, mereka (Air Safety Committe Uni Eropa) sudah merekomendasikan untuk dicabut. Kita akan melakukan persiapan sekitar 6-9 bulan baru bisa terbang," ujarnya.
Ia mengatakan, jika tidak ada halangan, pencabutan larangan tersebut bisa dilakukan dalam waktu 10-14 hari ke depan. Setelah mendapat restu untuk terbang kembali, persiapan yang akan dilakukan perusahaan plat merah tersebut antara lain membenahi jalur distribusi, menempatkan karyawan di tempat tujuan dan lain-lain.
Kota pertama yang akan disambangi Garuda setelah bisa mengudara adalah Amsterdam. Setelah itu, Garuda akan terbang ke kota-kota besar lainnya di Eropa, seperti Frankfurt, London dan lainnya.
"Untuk awal, Insya Allah Amsterdam, lalu yang lain mengikuti. Setelah Amsterdam akan ke kota-kota lain, mungkin Frankfurt, London," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyambut baik pencabutan larangan tersebut. Menurutnya, dengan berbagai persiapan tersebut Garuda baru bisa mendarat di Eropa tahun 2010.
"Pertama kita senang dengan adanya pencabutan larangan terbang. Tapi tentu perlu ada persiapan armada dan lain-lain. Kelihatannya oke, kita sudah siap lagi, tapi baru tahun depan," imbuhnya. (ang/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



