Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 09/07/2009 17:46 WIB
Pertamina Boleh Ekspor Minyak Tanah
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Dirjen Migas Evita Herawati Legowo menyatakan pada 7 Juli lalu, BUMN Migas tersebut telah mengajukan izin ekspor minyak tanah.
"Suratnya kami terima pada tanggal 7 Juli lalu, sekarang sedang proses dan besok pagi sudah selesai" kata Evita dalam pesan singkatnya, Kamis (9/7/2009).
Evita menambahkan surat yang akan diterbitkan pihaknya merupakan surat rekomendasi. "Namun untuk izin ekspor itu tetap berada dalam kewenangan Departemen Perdagangan," tandasnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) akan melakukan ekspor minyak tanah. Ekspor ini dilakukan mengingat adanya pasokan berlebih minyak tanah sebagai dampak program konversi.
"Saat ini kita tengah mencari pasarnya," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Senin (6/7/2009).
Faisal menjelaskan ekspor tersebut akan dilakukan mengingat saat ini adanya stok minyak tanah yang berlebih. "Stok minyak tanah Pertamina mencapai 47,2 hari sementara stok normalnya kan 25 hari," jelasnya.
Menurut Faisal, ekspor ini dilakukan mengingat adanya over stok minyak tanah sebagai dampak program konversi minyak tanah ke elpiji.
"Saat ini penyaluran minyak tanah hanya 15.000 KL per hari, padahal sebelumnya penyaluran minyak tanah sekitar 23.000-26.000 KL," paparnya.
Faisal menambahkan saat ini pihaknya telah mengajukan izin ekspor ke pemerintah. "Izin ekspornya sedang diproses," tandasnya. (epi/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Jawa Bagian Barat Bebas dari Minyak Tanah Bersubsidi
- Pertamina Diminta Menata Ulang Pangkalan Minyak Tanah
- BPH Migas dan Pemda Perketat Pengawasan Mitan di Gorontalo
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



