Forum Finance
- Turki Lihai Kenakan Anti-... pitulas
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 15:04 WIB
Harga Emas Bergeming -
Sabtu, 20/03/2010 14:05 WIB
Penerimaan Bea Cukai Capai Rp 17,549 Triliun -
Sabtu, 20/03/2010 13:54 WIB
Sebelum Obama Datang, SBY Harus Perbaiki Tata Ekonomi RI -
Sabtu, 20/03/2010 13:24 WIB
Keluh Kesah Petani Rotan Indonesia -
Sabtu, 20/03/2010 12:09 WIB
Makin Akrab dengan AS, RI Makin Untung -
Sabtu, 20/03/2010 11:56 WIB
Industri Diminta Hemat Konsumsi Gas
Indeks Berita
Kamis, 09/07/2009 18:03 WIB
Ekspansi Perkebunan Kakao Mengarah Ke Indonesia Barat
Suhendra - detikFinance

Foto: Reuters
Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Halim Abdul Razak mengatakan dalam rangka pengembangan perkebunan kakao dan revitalisasi kebun, maka upaya ekspansi ke wilayah potensial seperti Indonesia Barat sangat penting. Selain bisa menggunakan bibit unggul, di wilayah-wilayah tersebut bisa menjadi sentra produksi kakao alternatif di luar Sulawesi.
Halim mengatakan potensi di wilayah barat Indonesia mencapai 300.000 hektar yaitu wilayah Aceh 150.000 hektar dan Sumatera Barat 150.000 hektar, dengan potensi produksi kakao sampai 400.000 ton kakao selama 3 tahun kedepan.
"Pada tahun 2010 paling tidak bibit gratis paling tidak sudah bisa diberikan diwilayah Sumatera barat. Jadi tahun 2010 jangan hanya di Sulawesi tetapi di Indonesia Barat," ucapnya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Sekarang ini, jumlah petani kakao yang berjumlah 4,5 juta orang lebih, umumnya belum banyak mengerti membudidayakan kakao yang baik sehingga tingkat produksinya hanya 0,5 ton per hektar. Padahal kata dia dengan ekspansi ke wilayah barat, jika menggunakan bibit unggul maka produksi per hektarnya bisa ditingkatkan sampai 2 ton kakao per hektar.
"Kakao itu sangat tinggi permintaanya, jadi tidak satu kilo pun kakao di Indonesia yang tidak bisa dijual," ucapnya.
Tahun ini saja kata dia, jumlah ekspor yang bisa diperoleh produk kakao Indonesia bisa mencapai US$ 1,4 miliar dengan tingkat harga masih diatas US$ 2.000 per ton.
Namun kata dia, saat ini peningkatan konsumsi kakao dunia mencapai 6% pertahun tetapi peningkatan produksi cuma 3% per tahun. Dari kebutuhan kakao dunia yang per tahunnya mencapai 3,4 juta ton, Indonesia mampu menyuplai 350.000 ton per tahun atau menempati peringkat ketiga dibawah Pantai Gading dan Ghana.
(hen/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Industri Pengolahan Kakao Sekarat
- Askindo Keluhkan Rantai Panjang Distribusi Bibit Kakao
- Kakao Bubuk Wajib SNI Mulai November 2009
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



