Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 10:23 WIB
Dana Asing Terus Banjiri Surat Utang pemerintah -
Jumat, 19/03/2010 17:30 WIB
Bank Eksekutif Write Off Kredit Macet Rp 250 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi
Indeks Berita
Senin, 13/07/2009 19:11 WIB
Uang Beredar Saat Pilpres 2009 Naik 2 Kali Lipat dari 2004
Suhendra - detikFinance

(Foto:dok detikFinance)
Demikian disampaikan Deputi Direktur Pengedaran Uang Bank Indonesia (BI) Yopie Darsa Alimudin saat dihubungi detikFinance , Senin (13/7/2009).
Ia menjelaskan, pada periode Juni-Juli memang selalu terjadi peningkatan uang beredar. Penyebab utamanya adalah adanya liburan sekolah. Khusus di tahun-tahun dimana bertepatan dengan adanya ajang politik pilpres, peredaran uang biasanya meningkat lebih banyak lagi.
Sebagai perbandingan, lanjut Yopie, untuk periode 17 Juni-7 Juli 2004, terdapat peningkatan uang yang beredar sebesar 4,2% dari Rp 110,6 triliun menjadi Rp 115,3 triliun. Pada periode 17 Juni-7 Juli 2008 (non pilpres) uang yang diedarkan meningkat 5,1% dari Rp 213,5 triliun menjadi Rp 225 triliun.
Pada periode 15 Juni-7 Juli 2009 (masa pilpres), uang beredar meningkat 8% atau sekitar Rp 18, 6 triliun dari Rp 232,8 triliun pada posisi tanggal 15 Juni, menjadi Rp 251,4 triliun pada 7 Juli 2009.
"Jadi dapat dikatakan uang yang beredar cenderung meningkat dan pada periode pilpres 2009 terdapat peningkatan jumlah uang kuartal yang beredar dengan pertumbuhan 8%," kata Yopie.
Capaian peredaran uang pada pra pilpres 2009, lanjut Yopie, lebih besar dibandingkan dengan pra pilpres 2004 yang dalam 15 hari kerja hanya meningkat 4,2% saja.
"Dari angka-angka tersebut, sebenarnya tidak ada kaitan langsung antara pilpres dengan uang yang beredar, secara ekonomi lebih diwarnai dengan penurunan suku bunga bank yang dipicu oleh penurunan BI rate dan secara seasonal adanya liburan sekolah," jelas Alimudin.
Namun jika dibandingkan, uang yang beredar pada 7 Juli 2009 (satu hari sebelum pilpres) dengan hari ini 13 Juli 2009, telah terjadi penurunan uang yang beredar di masyarakat menjadi sebesar Rp 250 triliun.
"Pada hari Senin ini (13 Juli 2009) uang yang beredar sekitar Rp 250 triliun (outstanding)," katanya.
(dro/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BI Luncurkan Pecahan Rp 2.000
- Kredit Tumbuh Lebih Cepat Jika Pilpres Satu Putaran
- 3D Masih Jadi Cara Ampuh Deteksi Keaslian Uang
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



