Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 10:23 WIB
Dana Asing Terus Banjiri Surat Utang pemerintah -
Jumat, 19/03/2010 17:30 WIB
Bank Eksekutif Write Off Kredit Macet Rp 250 Miliar -
Jumat, 19/03/2010 16:32 WIB
Agen AJB Bumiputera Merasa Nasibnya Ditelantarkan Manajemen -
Jumat, 19/03/2010 16:27 WIB
Ghandi Ganda Putra Jadi Dirut Bank Eksekutif -
Jumat, 19/03/2010 15:46 WIB
Update
BTN Turunkan Bunga Kredit per 1 April -
Jumat, 19/03/2010 14:53 WIB
'Goyang' Manajemen, Agen AJB Bumiputera Ajukan 8 Aspirasi
Indeks Berita
Senin, 03/08/2009 15:46 WIB
22 Perusahaan Pembiayaan Tidak Aktif Beroperasi
Herdaru Purnomo - detikFinance
Foto: Alih-detikFinance
Berdasarkan hasil kajian Biro Riset Infobank yang bertajuk "Rating 142 Multifinance Versi Infobank 2009", jumlah perusahaan pembiayaan yang memiliki izin bahkan terus mengalami penyusutan sejak sepuluh tahun terkahir.
Biro riset Infobank memperkirakan jumlah perusahaan multifinance akan terus mengalami penyusutan karena masih banyaknya perusahaan multifinance yang tidak aktif dan regulator (Bapepam-LK) makin tegas melakukan tindakan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi peraturan.
Kepala Biro Riset Infobank, Eko B Suriyanto mengatakan bahwa upaya regulator untuk mendisiplinkan pasar akan membawa pengaruh positif bagi kemajuan industri.
"Langkah pencabutan izin yang dilakukan Departemen Keuangan terhadap multifinance yang selama ini tidak jelas aktivitasnya merupakan langkah yang perlu didukung karena dapat mendisiplinkan pasar," ungkapnya dalam Konferensi Pers Rating 142 Multifinance Versi Infobank 2009 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (3/8/2009).
Eko mengatakan, kinerja industri multifinance pada tahun 2008 mengalami pertumbuhan baik dari segi pembiayaan maupun laba.
"Jika pembiayaan pada tahun 2007 sebesar Rp 107,70 triliun, tahun 2008 naik menjadi Rp 137,20 triliun. Begitu juga laba yang tumbuh dari Rp 4,40 triliun menjadi Ro 6,40 triliun," papar Eko.
Eko juga menambahkan, jenis kegiatan usaha multifinance yang berkembang paling dominan pada 2008 masih dipegang sektor pembiayaan konsumen (mobil, motor dan alat elektronik) yang mencapai Rp 83,2 triliun.
"Untuk sewa guna usaha (leasing) mencapai Rp 50,7 triliun. Kemudian kartu kredit sebesar Rp 1,1 triliun," katanya.
Pada rating multifinance tahun ini, lanjut Eko, yang meraih predikat sangat bagus mencapai 69 perusahaan. "Sementara yang meraih predikat bagus ada 30 perusahaan dan 26 perusahaan diberi predikat cukup bagus. Sisanya 17 perusahaan mencetak kinerja yang merah dan meraih predikat tidak bagus," tuturnya.
Peringkat Multifinance :
Kategori perusahaan pembiayaan beraset Rp 1 triliun ke atas :
- Finansia Multi Finance
- Otomultiartha
- Summit Oto Finance
Kategori perusahaan pembiayaan beraset Rp 100 miliar hingga dibawah Rp 1 triliun :
- AB Sinar Mas Multifinance
- Kembang Delapan-Delapan Multifinance
- Arthaasia Finance
Kategori kelas perusahaan pembiayaan beraset dibawah Rp 100 miliar :
- Mega Finadana
- Otomas Multifinance
- Danareksa Finance
(dru/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pembiayaan Multifinance 2008 Bisa Meleset
- Multifinance Mengerem Pemberian Kredit Hingga 20%
- Telat Laporan Keuangan, 3 Multifinance Dibekukan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



