Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 24/09/2009 18:07 WIB
Jepang Berambisi Jadikan RI Sebagai Pasar Produknya
Suhendra - detikFinance


Foto: Suhendra-detikFinance
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan saat ini Jepang telah memasuki tahap ekonomi kedua yaitu orientasi bisnis pengusaha Jepang di Indonesia akan memfokuskan pada upaya penetrasi pasar produk Jepang di Indonesia.

Pada tahap sebelumnya Jepang lebih fokus pada upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi perusahaan Jepang.

Hal ini disampaikan Fahmi Idris di sela-sela acara pertemuan delegasi kelompok business breakthrough Jepang di kantor Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta, Kamis (24/9/2009).

"Sekarang perusahaan Jepang masuk tahap kedua, yaitu menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan pasar untuk menjual produk-produk mereka," kata Fahmi.

Kondisi itu kata Fahmi hanya bisa terjadi jika tingkat daya beli masyarakat Indonesia meningkat, tanpa itu Indonesia tidak bisa menyerap produk Jepang.

Ia menambahkan beberapa produk Jepang yang sudah berhasil adalah sepeda motor, dimana produksi dan pejualan motor di Indonesia tertinggi dari pemasaran produk serupa di negara lainnya. Setiap tahunnya Indonesia mampu menyerap 5,5 juta sepada motor yang didominasi oleh produk Jepang seperti Honda dan Yamaha.

"Pendapatan perkapita Indonesia saat ini US$1.800- US$2.300 per tahun, akan lebih baik US$ 5.000-6.000 per tahun, jadi apa saja bisa dibeli," tegasnya.

Sementara itu President Business Breakthrough, INC Keinichi Ohmae mengatakan pihaknya melihat pasar Indonesia menjadi pasar yang potensial dan memiliki pertumbuhan pasar yang hebat.

"Indonesia sangat atraktif untuk pertumbuhan domestik market -nya," ucap Kenechi.

Seperti diketahui hari ini delegasi pengusaha Jepang ini tergabung dalam kelompok Business Breakthrough Jepang berkunjung ke Indonesia.

Tujuan dari kunjungan ini antara lain sebagai upaya pengusaha Jepang mempelajari perkembangan ekonomi dan iklim bisnis di Indonesia termasuk mempelajari sistem manajemen di perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.

Kelompok Business Breakthrough Jepang didirikan pada tahun 1994 dengan anggota sebanyak 200 orang terdiri dari para eksekutif perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur hingga jasa keuangan.

Kelompok ini juga sering melakukan pertemuan rutin setiap bulan untuk membahas perkembangan ekonomi, dan melakukan kunjungan ke luar negeri setiap tahun.
(hen/dnl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (7 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).