Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 08/03/2010 08:43 WIB
Mencuil Bisnis 'Lick Me Baby' -
Sabtu, 06/03/2010 15:24 WIB
Bakso Cak Eko Ingin Go International -
Selasa, 16/02/2010 07:09 WIB
Meracik Bisnis Minuman Kesehatan Teh Rosella -
Senin, 08/02/2010 11:42 WIB
Keris dan Batik Seharga Belasan Juta Dipamerkan di Plasa Industri -
Kamis, 04/02/2010 16:17 WIB
Yuk! Belanja Batik Murah di Mal Batik -
Senin, 01/02/2010 07:28 WIB
Manisnya Bisnis Keripik Buah
Indeks Berita
Senin, 05/10/2009 15:14 WIB
Bisnis Pilihan untuk Pensiunan
Wherry Enggo Prayogi - detikFinance

Pakar bisnis dan pemasaran, Rhenald Kasali menyatakan, masa pensiun bukan lah sesuatu yang mengkhawatirkan. Para pensiunan bisa memilih bisnis yang sifatnya tidak berisiko tinggi seperti sektor pertanian ataupun pariwisata.
"Pensiunan sebaiknya tidak memilih bisnis yang beresiko tinggi.pertanian dan pariwisata bisa dipilh karena tidak berpotensi jantungan," kata Rhenald dalam peresmian Sekolah Perubahan di Pondok Jati Murni, Bekasi, Senin (5/10).
Menurutnya, sektor pertanian merupakan bidang yang tepat untuk para pensiunan karena disenangi oleh sebagian besar orang tua. Terlebih kebutuhan akan hasil pertanian sangat besar, sementara produsen yang ada belum bisa menyerap maksimal. Rhenald mencontohkan Warso Farm, sebuah perusahaan pertanian khusus untuk produk durian.
"Mereka mengaku jika suplai buah durian ke pasar masih sangat sedikit padahal permintaannya besar. Mereka sedang mencari siapapun yang ingin menanam durian," tambah Ketua program pasca sarjana ilmu manajemen FE-UI ini.
Untuk itu, lanjut dia, para produsen bisa menanam durian dan menjual hasilnya langsung ke Warso Farm. Syaratnya, durian-durian itu harus memenuhi standar produk Warso Farm.
Untuk modal awal, Rhenald juga tidak menyarankan untuk menyiapkan jumlah besar mengingat ini baru awal bisnis.
"Ini kan bisnis yang baru aja dimulai, jadi jangan terlalu besar. Rp 50, Rp 100 juta atau maksimal Rp300 juta cukup," katanya.
Bisnis sektor pertanian, lanjut dia, cukup mudah karena umumnya pensiunan sudah mempunyai tabungan dan lahan. Jadi untuk memulai usaha pertanian tidak terkendala.
Kampus Enterpreneur
Dalam kesempatan tersebut, Rhenald juga memperkenalkan Rhenald Kasali School for Enterpreneurs. Kampus di Rumah Perubahan tersebut ditujukan untuk siapapun yang ingin mengembangkan jiwa entrepeneurnya.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah wirausahawan sukses seperti Cak Eko dan Sunaryo Suhadi. Menurut Rhenald, sekolah ini menggagas perubahan berbagai kalangan untuk mewujudkan potensi entrepeneur yang mereka miliki.
Rumah Perubahan yakin setiap orang memiliki jiwa entrepeneurs. Kampus ini menginginkan setiap orang bangkit dan melatih jiwa wirausaha secara aman dan beretika.
"Kita menginginkan merestrukturisasi kembali ekonomi,terlebih pasca 1998. Harus ada pengusaha2 baru yg muncul melalui jiwa entrepeneur," kata Rhenald.
Rumah Perubahan mempunyai peran sebagai katalisator,pusat jejaring,dan penggerak untuk mewujudkan potensi menjadi sebuah manfaat. Menurut Rhenald, jejaring penting karena akan menghubungkan antar individu,membangun kepercayaan,dan saling bertukar informasi.
10 cara berpikir yang diajukan dalam Rumah Perubahan adalah Besar, Pasar, Fokus, Paradox, Sederhana, Memungkinkan, Berbagi atau Saling melengkapi, Kebersamaan, Tidak Populer dan Hasil.
Deputi UMKM Choirul Djamhari, Kementerian Koperasi&UKM yang hadir dalam kesempatan itu mengharapkan dengan adanya Rumah Perubahan akan mengurangi jumlah pengusaha mikro di sektor informal, yang jumlahnya lebih dari 50 juta orang.
Sekolah Perubahan menargetkan dapat mencetak entrepeneur modern baru sebanyak 5% atau setara dengan 11 juta pengusaha pada 2014.
Sebagai pendiri Sekolah Perubahan, Rhenald menginginkan perubahan paradigma berfikir untuk menjadi entrepeneurs. Pengusaha muda diajarkan menjadi Entrepeneur yang modern. Saat ini jumlah pengusaha mencapai 23%, namun menurut Rhenald yang berpikiran modern hanya sedikit.
"Kita punya 23% entrepreneur, tapi hanya sedikit yang menjadi enterpreneur modern. Jumlahnya hanya 0,05%," tutur Rhenald.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (8 Komentar)
Baca juga :
- Aduhai...Laris Manis Gamis Manohara
- Gulungan Laba Kue Gulung
- Bisnis Kue Kering Beromset Miliaran Rupiah
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




